Tera yang mendengarnya hampir muntah darah. Bermain aman? Memang sedang mereka main apa, petak umpet? Kapan sih mereka pergi? Pengap banget di sini, Ya tuhan. Nenek Sutedja menatap cucunya dengan ekspresi curiga. Mulut pria itu bergerak-gerak, matanya berulang kali melihat kamar. Bukan hanya neneknya, Alarik juga penasaran siapa perempuan itu. Dilihat dari bekas gigitan dan tampang acak-acakan boss nya tadi, dia pasti kucing kecil yang liar. "Kenapa nggak masuk dan melihatnya. Siapa tau itu cuma guling di kasih wig." "Benar juga." Nenek Sutedja beranjak dari duduknya. Dia memang curiga Ghamaliel sedang menipunya. Lagipula ngumpet terus menerus di bawah selimut, apa dia tidak merasa pengap? Situasi ini dengan cepat membuat Ghamaliel hampir gila. Kalau sampai neneknya melihat waj

