Bab 16 : Ottoke

1117 Kata

Ruangan penuh dengan anak-anak muda. Setelah potong kue, mereka segera berpencar untuk bermain, ngobrol, atau hanya duduk-duduk. Meja biliard dan tempat karaoke yang paling ramai.  Tera malas bergabung moodnya terjun bebas, tapi perutnya terasa lapar, jadi dia duduk sendirian di meja prasmanan.  "Dimsum ini enak, udah coba?" Arash memberikan piring berisi siomay panas ke Tera  Tera menoleh, canape dalam mulutnya dia telan begitu saja, jantungnya mulai bertingkah, melompat tidak keruan. Arash tersenyum melihat dia memandangnya keheranan.  Tera mengambil segelas jus jeruk untuk di minum. Kemudian dia berdehem dan berkata, "Sofie mana?"  Arash mengangkat bahu, "Nyanyi mungkin, atau ke wc, aku juga nggak tau."  Mendengar ketidakpedulian Arash, mata Tera tersenyum "Kamu nggak makan?"  

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN