Jadi gadis lemah itu sudah sering ditindas, dan mereka semua diam saja? Keterlaluan! Kemarahan mengalir dalam hatinya, tanpa aba-aba dia lari menerobos. "Tera, jangan mereka...!" Gadis yang ditindas itu mengangkat kepala, matanya yang beruraian air mata terperangah, "Awas!!" Tindakan lebih cepat dari kata-kata, pria penindas itu membeku, gagang sapu mengenai badannya secara bertubi-tubi. "Rasain nih ku sapu berserak kau di sini!" Yang terjadi setelah itu adalah rasa sakit yang mendalam, pria itu berbaring di lantai, tubuhnya meringkuk seperti udang. Pria itu tidak punya kesempatan untuk menutupi wajahnya, tangannya ditangkap dan ditarik, kemudian satu kepalan kecil dilayangkan dengan sekuat tenaga, mengenai hidungnya yang indah. Darah segar mengalir dari sana. Pria itu yang k

