Fajar menunggu Indira di depan kamar sedangkan Sandy masih berdiri di samping Fajar takut mereka berdua melakukan tindakan tidak terpuji. Indira di dalam kamar bingung bagaimana bisa Fajar di sini rasa pusing yang dirasakan tadi tiba-tiba hilang dengan hadirnya Fajar dengan cepat Indira mengganti pakaian dan membawa tas berisi dompet dan ponselnya. Fajar menatap Indira ketika keluar kamar lalu mengambil kunci yang di pegang dan langsung dikuncinya. Fajar berpamitan pada Sandy sekilas sambil menggenggam tangan Indira berjalan ke parkiran mobil. “Mau dibawa ke mana?” tanya Sandy yang mengikut dalam diam. “Rumah sakit” jawab Fajar membuat Indira menghentikan langkah dan Fajar menatapnya tajam “adik sakit dan gak bilang?” Indira terkejut dengan suara keras Fajar “masuk kita periksa” “Fajar

