Suasana hati Fajar sangat tidak baik dari kemarin masalah datang begitu saja yang dimulai dengan kehadiran Melda. Terlalu asyik dengan pikirannya tidak menyadari mereka sudah berada di depan rumah yang akan mereka tempati nantinya dan Fajar meninggalkan Indira sendirian dalam mobil. “Kenapa turun” Fajar menatap Indira bingung “kakak hanya sebentar memastikan” lanjut Fajat seolah kejadian tadi tidak ada “kebetulan adik disini ayo ikut” menggandeng tangan Indira berjala ke salah satu ruangan depan dapur. Indira menatap sudah terlihat bagus hanya saja belum diberikan warna. “Warna emas aja” ucap Indira “tapi ini nanti ruangan?” “Tempat untuk kesukaan kita seperti buku atau novel atau apapun itu” Indira mengangguk mendengarnya. Indira akhirnya memberi tahukan apa yang diinginkan pada ruan

