Chapter 30 ** ** ** Kebesokan paginya ... Seorang lelaki dengan tuxedo gelap lengkap dengan setelannya dari ujung kepalanhingha kaki duduk menyilan di atas kursi kerjanya sambil menopangkan tangan pada dagunya dengan otak yang penuh pikiran kacau sebab nyatanyabia baru saja teringat kejadian semalaman yang ia yakini membuat kerenggangan secara langsung terhadap ia dan sekretarisnya. Daniel sudah resah, ia bolak balik mengguncangkan kakinya menghilangkan kegugupan sambil sesekali melirik ke arah pintu ruangan barang kali orang yang ia nanti segera menekan knop pintu ke bawah dan bisa ia jelaskan atau tidak sekedar mengatakan permohonan maaf untuk sisa perkataan dan perlakuan tidak seonohnya semalam itu, Tapi nyatanya Nasya tidak datang - datang padahal jam sudah menunjukan pukul

