Chapter 29

1866 Kata

Zain bungkam. Berdiri tanpa suara, tubuhnya mematung sempurna, tangannya tidak gemetar tapi ia rasa wajahnya sudahbcukup menjawab semuanpertanyaan wania di hadapannya. "Zain... jawab" Begitu kiranya Nasya berulang kalo menatap Zain Mas'ud dengan tatapan tajamnya. Entah mengapa ia enggan menjawab sampai sampai akhirnya Nasya pergi dengan sebuah taksi di depan matanya. Meninggalkan ia dengan sejumput rasa bersalah dan beberapa perasaan tidak mengenakan lainnya. Selepas kepergian Nasya di hampir pertengahan malam, terlihat dari sudut pandang tembulan lelaki ini menunduk, brulang kali menghembuskan nafasnya begitu berat dan kasar sampai pada akhirnya ia mengacak rambutnya frustasi, berteriak pada langit begitu kencang seolah ia benar - benar sudah tidak bisa menghadapi situasi ini. Sel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN