Di depan Bar Suasana sepi menyelimuti, kehilangan arah setrlah kejadian aneh di depan mata, memaksa dua anak adam ini saling bungkam di hadapan sang rembulan yang baru saja bisa menangkap kembali objek tercintanya. Nasya dan Zain tampak lesu berdiri di depan bar dengan wajah datar tanpa ekspresi bahagia atau semacamnya, keduanya tampak memilih tidak saling berbicara tapi memilih untuk menjaga jarak dan bungkam seolah mereka baru saja bertemu pada suatu momen yang tidak pas. Gadis ini melirik Zain sekilas, lalu ia kembali menatap jari kukunya yanf sudah memerah, ia bolak - balik melirik ke arah lelaki ini tapi tetap saja seolah semuanya membeku itulah sebab mengapa ia memilih tidak berbicara dan memutuskan untuk pulang. Ah, barus aja satu langkah, lengannya yang terbungkus cardigan raju

