Indah, suasana indah yang baru saja potretnya di tangkap oleh kedua matanya tiba – tiba rusak begitu saja sebab siapa sangka lelaki yang kemarin baru saja bersikap seenaknya tiba – tiba muncul di jendela sebelah ruangannya, atau lebih singkat ternyata Daniel pindah ruangan dari ruangan 101 ke ruangan 108. ‘’Oh damn!’’ ucap Nasya lirih menatap Daniel sengit lalu masuk ke dalam kamar, menutup jendelanya rapat bahkan hingga menutup gordennya, mengikhlaskan ritual pagi yaitu menikmati keindahan fajar hanya demi tidak merusak mood kerjanya hari ini. Sementara Daniel justru tertawa senang melihat wanita yang diincarnya kesal, menunjukan wajah tidak sukanya, bagi Daniel hal tersebut justu nampak menggemaskan dan menyenangkan tiada akhir. ‘’Pagi yang indah ...’’ ujar Daniel kala paginya di h

