Chapter 33

2072 Kata

‘’Mau sarapan??’’ tanya Nasya lagi mencoba meninggalkan kecanggungan di depan pintu karena kini keduanya sudah berada di dalam lift yang sama. ‘’Iya,’’ jawab Zain singkat. ‘’Oh aku juga!’’ kata Nasya dengan nada bicara yang begitu ceria, ia seolah lupa jika tengah menaruh rasa pedih pada lelaki di depannya. ‘’Oh syukurlah.’’ Jawab Zain. ‘’Iya, oiya... kok kamu bisa ikut?’’ tanya Nasya penasaran tapi sebelum mendapat jawaban. Lift buru – buru terbuka, Zain berjalan dengan cepat mendahului si gadis hingga menyisakan hal tidka mengenakan. Nasya diam, menatap punggung bidang lelaki yang ia impikan seraya berkata dalam batinnya. Apakah yang aku pikirkan adalah benar? Jika Tuhan tengah mempermainkan hatiku dengan mempertemukan aku dan kamu jauh lebih sering dari yang aku rencanakan supaya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN