Chapter 34 Episode Sebelumnya ... Daniel semejak kematian Dara, ia memilih hidup di jalan penuh asumsi dan trasferan semua terjemah kehidupan hanya dari otaknya yang punya jiwa begitu egois, ia hidup lama dalam satu jalan tanpa mengizinkan seseorang untuk sekedar menapakan satu kaki ke jalan yang ia miliki, ia bahkan tak segan – segan membunuh seseorang itu dengan tatapannya, dengan cacian yang biasa ia lontarkan tanpa perduli akan ada tangisan yang begitu mengerikan setelahnya. Apakah kali ini ia harus membuang pagar asumsi pribadinya dan memberikan izin untuk semua orang yang perduli terhadapnya memberikan ia kekuatan dari arah yang jauh lebih menenangkan?? Apakah cara ini akan berhasil? Setidaknya untuk memperbaiki hatinya yang curam dan gelap sekalipun tidak mendapatkan ga

