Polisi dan ambulan datang, tidak untuk menyelamatkan kakakku melainkan untuk mengambil mayat kakakku dari rumah. Polisi telah mengambil barang bukti berupa pisau yang telah tak sengaja kupegang sudah terlumuri oleh darah sebelumnya dan juga bukti bahwa kakak sedang berada dalam pengaruh obat-obatan terlarang. Polisi mengatakan kalau aku tidak bersalah, karena aku sedang melindungi diri sendiri. Polisi juga mengatakan kalau sebelumnya, kakak sudah membunuh 4 temannya. Menggunakan pisau yang sama dengan pisau yang aku gunakan untuk membunuhnya. Mungkin kata-kata kakak kalau dia membenci seorang pembohong dan pengkhianat memang benar adanya. Dia benar-benar mengambil nyawa temannya sendiri. Hal yang memberatkan kakak juga adalah fakta bahwa dia terlibat dalam kasus bandar narkoba, kasus yan

