Aku pun masih kembali melakukan aktivitas kuliah, duduk di bangku kelas seperti tak terjadi apa-apa di hari kemarin. Aku juga membuat orang-orang tahu kalau aku duduk sendirian di sana, tanda kalau aku memang tidak ingin diganggu oleh siapa pun sekarang. Walaupun memang, aku tak bisa menyembunyikan muka sembab habis menangis karena kejadian tadi malam. Di dalam sana, di dalam ruangan pintu aku bisa melihat Andin sedang menuju kemari, duduk bersamaku. Dia melihat ke arah wajahku, tahu kalau ada sesuatu yang salah denganku. “Killa, kamu sedang menangis? Ada apa! Cerita saja kepadaku sekarang juga!” “Tidak ada apa-apa Din! Kamu ini kenapa sih, berlebihan deh. Aku sungguh tidak ada masalah apa-apa sekarang. Aku hanya sehabis menonton film yang benar-benar mengerikan kemarin malam. Aku memiki

