SATU - CLANZA KINGDOM
Corezt memantau pertahanan kerajaan dengan sangat serius.
(Bagi yang tidak tahu atau yang lupa, Corezt adalah kakak laki-laki Chloe)
Karena kerajaan sedang dalam masalah.
Clanza Kingdom diserang habis-habisan selama beberapa minggu terakhir.
Clanza Kingdom adalah kerajaan yang sangat besar tetapi terisolasi dari dunia luar.
Raja-raja sebelumnya tetap percaya dengan aturan lama untuk tidak berinteraksi dengan kerajaan lain dan tetap membuat pertahanan yang kuat.
Sehingga banyak kerajaan lain yang ingin berinteraksi dengan Clanza Kingdom malah diserang saat ingin berkunjung dan akhirnya menjadi musuh Clanza Kingdom.
Untungnya hal itu tidak berlanjut.
Darrest (Raja sebelumnya), membuat pernyataan agar Clanza Kingdom bisa berinteraksi dengan kerajaan lain.
Ada yang setuju dan ada juga yang menentang keputusan Darrest.
Banyak hal yang terjadi.
Hingga akhirnya, pernyataan itu baru bisa terlaksana saat Corezt menjadi Raja.
Sebenarnya Darrest masih ada di kerajaan dan terkadang membantu hal-hal yang berurusan dengan kerajaan.
Tapi ia memutuskan untuk turun dari jabatannya.
Karena baginya, lebih baik generasi muda yang memimpin agar kerajaan dapat lebih maju dengan pikiran yang baru.
Corezt memimpin kerajaan dengan baik sehingga Darrest tidak menyesal memilih Corezt sebagai Raja selanjutnya.
Corezt yang juga setuju dengan Darrest, mencoba berinteraksi dengan kerajaan lain.
Sayangnya, banyak kerajaan yang tidak menyukai Clanza Kingdom.
Saat Clanza Kingdom membuka diri dan melemahkan pertahanan, kerajaan lain malah menyerang.
Akhirnya Corezt memutuskan untuk memperkuat pertahanan.
Tapi sayangnya, ada beberapa kerusakan yang tidak bisa diperbaiki dengan cepat.
Dan juga ternyata kerajaan lain sangat maju.
Karena mereka membantu satu sama lain, mereka dapat berkembang dengan lebih cepat.
Corezt sedih karena ternyata kerajaannya tertinggal lumayan jauh.
Tapi di sisi lain ada perasaan bangga juga, karena ada beberapa hal yang dimiliki Clanza Kingdom dan kerajaan lain tidak miliki.
Dan saat ini, Corezt sedang memperkuat pertahanannya setelah banyak serangan yang datang.
Walaupun sedang sangat serius, Corezt menyadari suara pintu dibuka tanpa diketuk.
Yang berani melakukan hal itu hanyalah keluarganya sendiri.
Walaupun sudah berkali-kali diingatkan tapi keluarganya tetap tidak mau menurut dan suka keluar masuk seenaknya.
Corezt yang sedang menatap beberapa layar yang ada di depannya segera menoleh ke arah pintu yang berada di sebelah kanannya.
"Selamat siang," ucap Darrest sambil memasuki ruang kerja Corezt yang amat besar.
Bisa dibilang menjadi Raja bukanlah pekerjaan gampang.
Dan membutuhkan ruang kerja yang besar.
Corezt terkadang pergi ke pemukiman warga tapi dia lebih sering berada di ruang kerjanya yang sangat besar ini.
Corezt tersenyum ke arah Darrest.
"Selamat siang," ucap Corezt sambil berjalan ke arah sofa yang ada di tengah ruangan.
Darrest juga berjalan ke arah sofa yang ada di tengah ruangan.
Suara tongkat kayu Darrest terdengar saat ia berjalan.
Walaupun Corezt sangat sibuk, tapi Corezt selalu menyediakan waktu untuk keluarganya.
"Bagaimana keadaan saat ini?" tanya Darrest yang sudah duduk di atas sofa.
Corezt tidak langsung menjawab, dia terlihat seperti berpikir untuk beberapa saat.
"Kurang baik, ada beberapa tempat yang butuh perbaikan dan menjadikannya sasaran bagus untuk diserang. Aku ingin memindahkan orang untuk menjaga di sana tapi kita kekurangan orang. Kita tidak bisa memakai semua guru karena pembelajaran di academy harus tetap berlangsung. Sedangkan kita tidak bisa membawa anak-anak academy untuk ikut menjaga pertahanan, banyak dari mereka yang belum terlalu kuat dan masalah ini belum diketahui semua warga," ucap Corezt menjelaskan keadaan saat ini.
Darrest hanya mengangguk.
"Lalu apakah kamu terpikirkan sebuah cara untuk mengatasinya?" tanya Darrest setelah hening beberapa saat.
Corezt lagi-lagi tidak langsung menjawab.
Dia terlihat ragu untuk menjawab.
"Aku tahu kakek tidak akan suka mendengar caraku mengatasi ini," ucap Corezt sambil melihat meja yang ada di depannya.
Corezt tidak berani melihat Darrest.
Sedangkang Darrest hanya melihat ke arah Corezt tanpa mengatakan apa-apa.
Beberapa menit kemudian Corezt memberanikan diri melihat ke arah Darrest.
Darrest masih melihat kearah Corezt, menunggu Corezt mengatakannya tanpa disuruh.
Corezt menghela nafas.
"Aku berniat menghentikan pencarian Chloe dan memindahkan orang-orang yang bertugas mencari Chloe ke pertahanan yang lemah," ucap Corezt setelah beberapa saat.
Darrest langsung berdiri.
Ekspresi wajahnya terlihat sangat marah.
"Kamu tidak boleh menghentikan pencarian itu," ucap Darrest sambil menekankan kata-katanya.
"Tapi ini sudah sepuluh tahun dan kita tidak menemukan apa-apa," ucap Corezt yang juga berdiri.
"Tidak boleh! Kamu tidak boleh menghentikan pencarian itu," ucap Darrest menekankan ucapannya lagi.
"Itu sudah terlalu lama, sudah tidak ada harapan lagi," ucap Corezt yang juga marah.
"Tidak! Pasti masih ada harapan!" ucap Darrest sambil mengangkat tongkatnya dan menunjuk-nunjuk Corezt dengan tongkatnya.
Darrest menatap Corezt dengan tajam.
Corezt berusaha menghindari tatapan mata Darrest.
"Kalau kau menghentikan pencarian Chloe, kamu akan merasakan akibatnya," ucap Darrest sambil berjalan ke luar ruangan.
Corezt hanya terdiam sambil menatap layar yang ada di ruangannya itu.
Corezt benar-benar tidak bisa membantah Darrest.
Corezt mengurungkan niatnya dan mencari alternatif lain.
***
Sedangkan di tempat lain, ada seseorang yang membeku di tengah es.
Orang itu tidak terlihat kedinginan.
Tapi dia juga tidak bergerak.
Tidak ada yang tahu dimana dia berada saat ini.
Tapi yang pasti orang itu masih bernapas.