Setiap kelompok sudah menerima Clodsy Stick masing-masing.
Mereka melanjutkan perencanaan lagi.
Kelompok es adalah kelompok pertama yang akan berangkat.
Bukan karena anggotanya hebat atau sudah siap.
Tapi, para pasukan elite inti memilih urutan berangkat.
Mereka sepakat untuk berangkat sesuai urutan di Batu Langka dan memutarnya searah jarum jam.
Setelah api, elemen selanjutnya adalah es lalu dilanjutkan elemen lainnya.
Kelompok Es
Kelompok es bekerja secara cepat karena waktu mereka sangat sedikit jika dibandingkan dengan kelompok lainnya.
"Sudah paham dengan rencananya?" tanya Crystal memastikan sambil melihat anggota kelompoknya.
Anggota kelompok es yang lainnya hanya mengangguk.
"Jangan sampai lupa ya, kita lanjut ke rencana selanjutnya," ucap Crystal sambil mengganti slide di proyektor.
Beberapa saat kemudian muncul slide kosong yang siap di tulisi lagi.
"Crystal, gantian. Sudah waktunya kamu yang berkeliling," ucap Marvis mengingatkan Crystal sambil menunjuk ke jam yang ada di meja.
"Oh iya, baiklah. Kalian lanjutkan saja. Aku akan beli minuman," ucap Crystal sambil berdiri dan berjalan ke luar ruangan.
Walaupun menyusun ratusan bahkan ribuan atau lebih rencana, kelompok es harus tetap bergantian keliling istana.
Agar ada orang menyadari keberadaan mereka sekarang dan tidak ada yang terlalu sadar saat mereka meninggalkan kerajaan selama beberapa hari atau beberapa minggu.
Crystal membuka pintu ruangan inti elite dan berjalan ke luar.
Seperti biasanya, keadaan selalu ramai.
Semua orang sibuk, tapi ada untungnya beberapa yang menyadari keberadaan Crystal dan menyapanya.
***
Setelah sekitar 20 menit, Crystal kembali ke ruangan.
"Sudah berapa rencana yang kalian buat selama aku pergi?" tanya Crystal sambil duduk di kursinya tadi.
Sai mengutak-atik proyektor yang ada selama beberapa detik.
"Ada 4 rencana untuk kondisi ini dan ini," ucap Sai menjelaskan sambil menunjuk slide yang sudah terisi penuh dengan rencana.
Crystal mengangguk tanda mengerti.
Lalu, mereka melanjutkan diskusi untuk membuat rencana lainnya.
Mereka tidak tidur selama 2 hari 2 malam.
Tepat sehari sebelum mereka berangkat,mereka tidur seharian.
Cara istirahat mereka memang sudah menjadi kebiasaan.
Mereka selalu melakukan itu tiap kali akan melakukan tugas.
Dan mereka selalu mengecek semua hal tanpa terkecuali sebelum berangkat.
Karena itu, mereka dapat bekerja tanpa kesalahan.
***
"Kita pakai Clodsy Stick untuk menandakan apa saja?" tanya Floyd sambil memasukkan Clodsy Sticknya ke tas.
"Untuk kondisi bahaya saat kalian benar-benar terjepit saja. Jika kalian bisa kabur, sebisa mungkin kabur. Clodsy Stick kita terbatas, kita tidak bisa membawa terlalu banyak," ucap Crystal yang juga memasukkan Clodsy Sticknya ke tas.
"Oke," jawab yang lainnya.
Mereka merapikan tas dan perlengkapan lainnya lalu tidur.
Pasukan elite inti biasanya tidur di ruangan khusus pasukan elite inti juga.
Mereka mengeluarkan tempat tidur dan tidur di salah satu sisi ruangan.
Mereka sengaja tidak tidur di tempat lain agar jika ada keadaan darurat dan harus bertindak secepat mungkin, mereka dapar membuat rencana dengan cepat dan mengatasi masalah dengan cepat juga.
Selama mereka tidur, yang lainnya menyiapkan makanan untuk dimakan sebelum berangkat dan untuk dibawa.
***
"Bangun! Bangun! Tiga jam lagi kita harus berangkat!" ucap Crystal sambil membangunkan yang lainnya.
Melody langsung bangun dari tempat tidur sedangkan yang lain masih setengah tidur.
"Bangun sekarang atau kalian tidak akan dapat bagian untuk makan nanti," ucap Crystal dengan suara keras sambil menarik selimut yang menutupi Floyd, Marvis dan Sai.
Mendengar jatah makanannya terancam tidak akan diberikan, Floyd, Marvis dan Sai langsung bangun dari tempat tidur dan pergi untuk mandi.
"Giliran masalah makanan aja langsung cepet," gumam Crystal sambil berjalan ke kamar mandi perempuan.
Setelah selesai mandi, mereka mengecek semua perlengkapan dan makanan yang akan dibawa.
Jika sudah selesai semua, mereka makan untuk mengisi energi sebelum pergi.
Setelah makan mereka langsung bersiap-siap untuk pergi.
"Ke arah mana?" tanya Sai untuk memastikan, walaupun ia sudah tahu arah mana yang akan dituju.
"Utara, sama seperti Kelompok Air dan Kelompok Udara," jawab Crystal sambil menunjuk ke arah Utara.
Sai langsung mengecek kompasnya setelah mendengar ucapan Crystal.
"Sudah siap semua?" tanya Marvis memastikan.
Walaupun Crystal adalah ketuanya, tapi yang memimpin perjalanan adalah yang cowok.
Dan yang pertama memimpin adalah Marvis.
"Sudah," jawab yang lainnya dengan pasti.
"Teleportasi ke Diamond Island bagian pesisir sebelah Utara," ucap Marvis memimpin.
Lalu beberapa detik kemudian Marvis menghilang dari ruangan pasukan elite inti diikuti dengan Crystal, Floyd, Melody dan Sai.
Diamons Island adalah salah satu pulau yang berada di bagian Utara Clanza
Kingdom.
Diamond Island merupakan pulau yang paling kaya di Clanza Kingdom karena di pulau itu dipenuhi berlian, sesuai dengan namanya.
Kelompok Es sudah sampai di pesisir sebelah Utara Diamond Island.
Di sana mereka memiliki banyak kapal dan sebagian besar dari kapal itu adalah milik pasukan elite inti.
Mereka memilih untuk memakai kapal untuk menghemat tenaga.
"Dayung atau sihir pengendalian air?" tanya Sai setelah semuanya sudah naik ke atas kapal.
Melody menatap Sai dengan muka datar.
"Kamu mau ngedayung puluhan arau ratusan kilo meter? Pake mesin yaampun!" ucap Melody yang gemas dengan ucapan Sai.
"Owalah! Ya kan aku nggak pernah dikasih tugas di bagian laut," ucap Sai yang malu mengingat kata-katanya beberapa menit sebelumnya.
Setelah itu mereka melakukan perjalanan ke arah Utara melalui jalan laut.
Mereka bergantian menjaga saat sudah keluar wilayah Clanza Kingdom.
Mereka memastikan bahwa tidak ada yang melihat dan menyadari keberadaan mereka.
Karena jika mereka ketahuan, akan susah untuk selanjutnya.