DUA PULUH TAHUN KEMUDIAN
CHELSEA POV
Tepat hari ini Kelly berulang tahun yang ke tiga puluh satu tahun. aku berharap semoga ia segera menikah Karena di usianya yang sudah matang ini seharusnya ia sudah berumah tangga Dan memiliki anak. Julian dan aku sudah menginjak usia enam puluh tahun Dan kami tidak tau sampai kapan kami akan hidup sehingga kami sangat menginginkan seorang cucu dari Kelly
" Selamat ulang tahun sayang. semoga tahun ini Kau segera menikah dan memberi kami seorang cucu"
Kelly hanya terdiam mendengar perkataanku dan seperti biasa ia hanya mengangguk tanda setuju. sedangkan Julian memberi sebuah Mobil kepada Kelly untuk hadiah ulang tahunnya dan Kelly terlihat sangat senang menerima pemberian dari Julian
" papa membelikan sebuah Mobil mewah untukmu. semoga Kau menyukainya, sayang"
" terima kasih papa. Kelly sangat suka hadiah dari papa"
Kelly memeluk Julian sangat erat dan aku sangat bahagia melihat mereka tersenyum bahagia. tidak beberapa lama, Richard dan Angela datang ke rumah dan mereka memberi ucapan selamat kepada Kelly
" Selamat ulang tahun Kelly. semoga Kau panjang umur dan sehat selalu"
" terima kasih om Richard dan tante Angela sudah meluangkan waktu untuk menghadiri pesta ulang tahunku"
" sama - sama sayang. om dan tante sangat ingin memperkenalkanmu dengan anak kami. namanya Travis. ia sekarang sedang berada di London. kemungkinan minggu depan ia baru tiba di Jakarta. kami berharap semoga kalian berjodoh"
Kelly tersipu malu mendengar perkataan Richard dan aku merasa sangat beruntung jika bisa menjadi bagian dari keluarga Richard apalagi Richard merupakan orang terpandang dan aku yakin hidup Kelly pasti bahagia jika menikah dengan Travis
***
TRAVIS POV
Tidak mudah menjadi pria sepertiku apalagi aku sekarang memiliki kekasih yang saat ini ia sedang mengandung anakku. aku tidak menyangka jika Nicole melakukan kesalahan yang fatal sehingga ia sampai hamil. Nicole meminta pertanggung jawabanku meskipun aku belum siap untuk menikah dan memiliki anak
" Travis, aku ingin Kau bertanggung jawab terhadap anak ini. dia adalah anak kandungmu dan aku tidak ingin anak kita tumbuh tanpa sosok seorang ayah"
" Nicole, saat ini aku belum siap untuk menikah. Kau tau sendiri betapa sibuknya aku mengurus bisnis keluargaku. aku tidak bisa membayangkan jika kehadiran seorang anak malah mengganggu pekerjaanku. aku tidak mau hal itu terjadi apalagi sampai orang tuaku tau jika aku memiliki seorang anak"
Nicole terlihat sangat marah padaku sampai ia menampar wajahku dan membuatku meringis kesakitan. aku merasakan darah di ujung bibirku dan Nicole menangis histeris di depanku sampai membanting semua barang di apartment kami. aku berusaha menenangkannya hingga ia berhenti menangis.
" Nicole, maafkan aku. aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu, hanya saja aku belum siap berumah tangga"
" aku tidak mau tau! yang jelas Kau harus bertanggung jawab terhadap anak yang ku kandung ini!"
" bagaimana jika Kau gugurkan saja kandunganmu agar kita tidak perlu dibebani oleh seorang anak yang belum kita harapkan kehadirannya?"
" Dasar Kau pria kurang ajar! berani - beraninya Kau menyuruhku untuk menggugurkan kandunganku! apa Kau tidak merasa bersalah Karena Kau ingin membunuh anak kandungmu sendiri?! Kau pria macam apa yang tega melihatku menderita?!"
tiba - tiba Nicole pingsan dan aku langsung membawanya ke rumah sakit. sejujurnya aku sangat mengkhawatirkannya Karena ia terlihat sangat pucat dan lemah. sekitar satu jam perjalanan kami baru sampai di rumah sakit. dokter langsung memeriksa kondisi Nicole dan dokter menyarankan Nicole untuk Banyak beristirahat apalagi kondisinya saat ini ia sedang mengandung
" istri anda sepertinya kelelahan dan ia membutuhkan banyak istirahat. saya sarankan ia banyak beristirahat dan jangan sampai ia banyak pikiran Karena akan mempengaruhi kondisi janinnya. saya akan memberikan resep berupa vitamin agar janinnya kuat"
" terima kasih dokter"
tidak beberapa lama, Nicole terbangun Dan ia sangat terkejut ketika berada di rumah sakit. aku menyuruhnya untuk beristirahat karena aku tidak ingin melihatnya kesakitan
" kenapa aku berada di sini?"
" tadi Kau pingsan Dan aku segera membawamu ke rumah sakit"
" jangan tinggalkan aku. aku Dan anak kita sangat membutuhkanmu"
" iya sayang, aku tidak akan pergi meninggalkanmu. aku akan selalu berada di sisimu"
Aku mencium keningnya Dan ia tersenyum padaku. tiba - tiba ponselku berbunyi Dan aku langsung mengangkatnya ketika mengetahui papa yang menelfonku. aku langsung menjauh dari Nicole dan keluar dari kamar. lalu aku duduk di kursi dekat Taman agar tidak ada yang mendengarkan percakapanku dengan papa
" halo Pa, apa kabar?"
" Kabar baik, nak. bagaimana kabarmu? apa minggu depan Kau jadi pulang ke Jakarta?"
" sepertinya Travis tidak bisa pulang Karena Banyak pekerjaan yang harus di urus"
" sayang sekali Kau tidak bisa pulang padahal papa ingin mengenalkanmu dengan seorang gadis"
" Pa, nanti Travis telfon lagi Karena sebentar lagi ada meeting di Kantor"
" baiklah kalau begitu, jaga dirimu baik - baik"
" Papa juga. Sampaikan Salam Travis untuk mama"
" iya nak, nanti papa sampaikan"
setelah menelfon papa, aku kembali ke dalam kamar Dan Nicole terlihat sedang melamun. aku menyuruhnya untuk beristirahat agar ia segera pulih Dan pulang ke apartemen
" sebaiknya Kau sekarang istirahat. jangan melamun seperti itu"
" baiklah, aku akan istirahat"
tidak beberapa lama Nicole tertidur Dan aku hanya bisa berharap semoga aku bisa menjadi ayah yang baik bagi calon anakku kelak
***
RENDY POV
Aku seorang pria yang hidup di dalam keluarga yang sangat sederhana. ayahku seorang pedagang killing yang menjual buah di pasar. sedangkan ibuku bekerja sebagai buruh pabrik. aku memiliki dua adik yang masih bersekolah Dan aku bekerja sebagai guru di lembaga kursus Bahasa inggris
Penghasilanku cukup untuk membiayai adik - adikku yang masih bersekolah Dan tidak lama lagi, adik keduaku, Vito, akan segera menamatkan sekolah Dan ia sangat ingin berkuliah di universitas ternama di Jakarta. selama bertahun - tahun aku mengumpulkan agar bisa menguliahkan adik - adikku agar masa depan mereka lebih baik dari aku
sedangkan adikku yang paling bungsu, Anya, saat ini ia masih kelas satu SMA dan ia sangat membutuhkan banyak biaya untuk pendidikannya. aku tau penghasilan kedua orang tuaku tidak akan cukup untuk membiayai keluarga kami. maka dari itu aku bekerja apapun asalkan halal dan tidak merugikan orang lain
" Kak Rendy, aku ingin bekerja seperti kakak Karena aku ingin membantu perekonomian keluarga kita. aku kasihan melihat ibu dan bapak yang setiap hari bekerja untuk kita"
" Kau ingin bekerja apa?"
" Apa saja kak asalkan halal"
" kalau Kau mau, Kau bisa mengajar di tempat kakak bekerja. lumayan bayarannya cukup untuk biaya hidupmu"
" aku mau Kak. kapan aku bisa mendaftar?"
" bagaimana jika besok setelah Kau pulang sekolah, Kau langsung ke tempat kakak bekerja"
" baik kak, sepulang sekolah aku akan segera kesana"
Vito terlihat sangat senang Karena keinginannya untuk mencari penghasilan sendiri sudah tercapai dan aku hanya bisa membantu semampuku untuk mewujudkan keinginan adikku. sementara Anya sangat ingin menjadi seorang model tetapi orang tuaku melarang Karena mereka tidak ingin Anya salah pergaulan
Anya memang terkenal sangat populer di sekolahnya Karena ia selalu memenangkan perlombaan di sekolahnya Dan ia sangat cantik Dan baik terhadap siapapun sehingga di usianya yang masih muda, ia bisa mencari penghasilan sendiri. aku bersyukur Karena keluargaku terbiasa bekerja keras sehingga kami sangat tau kerasnya hidup di ibukota
" Anya, Kau mau kemana?"
" Aku ingin ikut casting model"
" Apa Kau bilang? jika ibu Dan bapak tau pasti mereka tidak akan setuju dengan keputusanmu"
" Aku tidak peduli Karena aku sangat lelah hidup sederhana seperti ini. aku ingin hidup seperti gadis lain yang bisa belanja kapan saja tanpa kebingungan mencari uang dengan susah payah"
" Astaga! Anya! Kau tidak boleh berkata seperti itu! seharusnya Kau bersyukur kita dari kecil terbiasa hidup sederhana agar kita tidak menjadi orang yang sombong Dan serakah"
" sudahlah! sebaiknya kakak diam saja Dan tidak usah memberitahu ibu Dan bapak. aku pergi dulu"
" Anya! tunggu!!! Kau jangan pergi!!!"
saat aku ingin mengejar anya, tiba - tiba ada Mobil yang hampir saja menabrakku tetapi Mobil itu berhenti tepat di depanku. beruntungnya aku tidak mengalami luka yang cukup parah, hanya lecet di bagian kaki Dan tanganku. aku sangat terkejut melihat seorang wanita yang keluar dari dalam Mobil Dan ia membantuku berdiri.
saat ia membuka kacamatanya, aku terpaku oleh matanya yang membuat jantungku berdebar sangat kencang. aku melihat kecemasan di wajah wanita itu Dan ia ingin membawaku ke rumah sakit tetapi aku melarangnya Karena aku merasa baik - baik saja. apalagi aku harus mengejar Anya meskipun aku tau Anya sudah pergi jauh
" sebaiknya kita ke rumah sakit. Kau terluka cukup parah"
" tidak usah, saya baik - baik saja. hanya lecet saja, tidak terlalu parah"
" ayolah, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu"
Akhirnya aku mengikuti keinginan wanita itu untuk pergi ke rumah sakit. di sepanjang Japan, tidak henti - hentinya aku menatap wanita itu. ia terlihat tidak tenang Dan berusaha fokus ke ponselnya. aku merasa tidak nyaman telah membuatnya cemas Karena ia tidak sengaja menabrakku meskipun aku tidak terluka parah
setengah jam kemudian, kami sampai di rumah sakit. lalu wanita itu membawaku untuk memeriksakan diriku ke dokter. lalu aku diobati oleh dokter. setelah itu, wanita itu berinisiatif untuk mengantarku pulang ke rumah tetapi aku menolaknya Karena aku tidak ingin merepotkannya
" sebaiknya ku antar Kau pulang ke rumah"
" tidak usah, saya bisa pulang naik angkot"
" ayolah, aku tau Kau masih terluka Dan biarkan aku mengantarmu sampai ke rumah"
Karena wanita itu terus memaksa, akhirnya aku mau diantar pulang ke rumah. tidak beberapa lama kami sampai di rumah Dan aku mengucapkan terima kasih padanya Karena telah menolongku. lalu wanita itu pergi Dan aku sangat bodoh Karena aku lupa menanyakan namanya. semoga kami bisa bertemu di lain hari
***
KELLY POV
Entah kenapa hari ini aku mengalami kejadian yang aneh setelah hari ulang tahunku. tadi pagi aku tidak sengaja menabrak seorang pria hingga ia mengalami luka di tubuhnya. beruntung ia tidak terluka parah Dan dokter menyuruhnya untuk beristirahat. aku merasa pria itu sangat berbeda dari pria yang pernah ku temui Dan sepertinya ia sangat baik
" Kelly, kenapa Kau melamun? apa ada yang Kau pikirkan?"
" Hari ini aku mengalami kejadian yang aneh setelah hari ulang tahunku"
" aku tidak mengerti maksudmu. tolong jelaskan padaku"
" tadi pagi aku tidak sengaja menabrak seorang pria. beruntung ia tidak mengalami luka yang parah sehingga ia tidak harus dirawat di rumah sakit. aku merasa pria itu sangat berbeda dari pria yang pernah ku kenal"
" Oh ya? bagaimana bisa Kau berpikir seperti itu? apa yang membuatnya berbeda dari pria lain?"
" aku merasa ia sangat baik Dan sopan. sepertinya ia tidak suka merepotkan orang lain"
" apa Kau sempat menanyakan namanya?"
" aku tidak ingat menanyakan namanya Karena waktu itu aku sangat bingung memikirkan proyek terbaru kita"
" apakah ia seorang pria yang tampan?"
" lumayan, tapi sayangnya ia bukan berasal dari keluarga yang terpandang seperti kita"
"hmm, Sudah kuduga, pantas saja Kau tidak menanyakan namanya"
" Andai saja ia seorang pria yang Kaya Raya, aku mau menikah dengannya"
" hahaha, Kau bisa saja! pantas saja sampai sekarang Kau belum menikah"
" Kau tau kan criteria calon pendampingku seperti apa. yang jelas ia harus berasal dari keluarga yang Kaya Raya agar orang tuaku bangga padaku Karena berhasil memilih calon pendamping yang sepadan dengan keluarga kami"
" Kau dari dulu memang tidak pernah berubah! selalu saja memandang pria dari status sosialnya"
" Becky, sudahlah! Kau tidak usah mengguruiku! lagipula aku tidak ingin menikah dengan pria yang status sosialnya dibawahku. aku tidak ingin mempermalukan kedua orang tuaku"
" terserah Kau saja. aku tidak menyangka Kau masih saja memandang orang sebelah mata"
" sudahlah temanku sayang, daripada Kau kesal padaku, lebih baik kita mencari teman kencan"
" Kau selalu saja seperti itu! setiap minggu berkencan dengan pria yang berbeda - beda"
" Kau tau sendiri kan, aku tidak ingin salah memilih pasangan. aku ingin menemukan calon suami yang potential Dan ia harus berasal dari keluarga terpandang"
Becky hanya terdiam mendengar celotehanku Dan hanya ia yang sampai saat ini bertahan menjadi sahabatku. ia tau jika aku memandang seseorang dari status sosial Dan materi Karena dulu aku pernah hidup susah saat perusahaan papa mengalami kebangkrutan Dan kami terpaksa tinggal di sebuah rumah kontrakan yang sangat kecil
Dan waktu itu mama mengalami keguguran Karena depresi menghadapi papa yang setiap saat mengeluh Karena waktu itu tidak ada satupun teman papa yang mau mengajak papa berbisnis. hingga suatu hari papa bertemu dengan om Richard Dan beliau yang membantu papa hingga papa mendirikan perusahaan dari awal hingga maju sampai sekarang
Setelah kehidupan kami cukup baik, papa membawa mama untuk menemui psikiater hingga mama pulih Dan kembali normal sampai sekarang. aku tidak bisa membayangkan hidup dalam kesusahan membuatku tidak bisa tidur nyenyak. setiap saat memikirkan apa yang akan dihadapi esok hari Dan hal itu membuatku trauma hingga sekarang
Aku tidak ingin hidup susah seperti dulu Karena rasanya tidak enak. beruntung saat ini perekonomian keluarga kami semakin membaik Dan aku tidak ingin melihat kedua orang tuaku kesusahan seperti dulu. entah kenapa aku terpikir oleh perkataan om Richard yang ingin mengenalkanku kepada anaknya
Aku jadi tidak sabar ingin segera bertemu dengan Travis karena sejujurnya aku bosan hidup sendiri Dan aku ingin berumah tangga dengan seorang pria yang Kaya Raya Dan bisa memberikan apapun yang ku mau tanpa perlu aku bersusah payah mencari uang dengan bekerja. semoga keinginanku segera menjadi kenyataan
***
RENDY POV
Saat aku pulang ke rumah, orang tuaku sangat khawatir ketika melihat tubuhku yang banyak perban. aku menjelaskan kepada mereka bahwa aku baik - baik saja Dan tidak terluka parah. tapi tetap saja ibuku sangat khawatir Dan menyuruhku untuk beristirahat di dalam kamar. sedangkan ayahku membuatkan aku teh hangat agar tubuhku hangat
" rendy, apa yang terjadi padamu? apa Kau baru saja mengalami kecelakaan?"
" rendy baik - baik saja. ibu dan bapak tidak usah khawatir"
" siapa yang membuatmu seperti ini?! ibu tidak terima Kau terluka seperti ini!"
" sudahlah bu, rendy baik - baik saja. kita tidak usah mempermasalahkan hal ini"
" benar kata bapak, ibu tidak perlu khawatir. rendy tidak terluka parah. hanya lecet saja"
" Lain kali Kau harus hati - hati saat berada di Jalan. ibu tidak ingin terjadi sesuatu padamu"
" rendy tau ibu sangat cemas tapi semuanya baik - baik saja"
tiba - tiba ayah menanyakan tentang Anya dan aku terpaksa berbohong agar orang tuaku tidak memarahi Anya
" ren, anya kemana? semenjak kami tiba di rumah, anya tidak ada"
" Mungkin ia sedang kerja kelompok di rumah temannya apalagi minggu depan ia ada ujian di sekolahnya"
" tapi tidak biasanya ia tidak berpamitan kepada ayah dan ibu"
" ia tadi terburu - buru pergi Karena temannya sudah menjemputnya. Bapak dan ibu jangan khawatir. Anya baik - baik saja"
Aku tau ibu dan bapak sangat menyayangi Anya apalagi anak perempuan paling bungsu dan orang tuaku takut terjadi sesuatu padanya. aku berharap semoga Anya tidak terpilih menjadi model Karena aku berharap ia bisa menjadi seorang guru seperti keinginan orang tuaku
***
ANYA POV
Saat aku tiba di tempat casting, Banyak gadis yang mengantri agar bisa mengikuti casting menjadi model. aku berharap bisa mengalahkan semua gadis yang berada di sini Karena aku ingin merubah hidupku menjadi lebih baik dengan bekerja sebagai model. tidak beberapa lama, namaku dipanggil lalu aku disuruh masuk ke sebuah ruangan untuk mengikuti casting
Disana ada tiga orang yang berperan sebagai juri dan aku sangat gugup saat mereka menanyakan latar belakangku. lalu aku disuruh berjalan di atas panggung dan bergaya layaknya model professional. aku berusaha menirukan gaya seorang model terkenal saat mereka berjalan di atas catwalk dan ternyata aku berhasil melakukannya
semua juri memberi tepuk tangan kepadaku dan mereka memuji gayaku yang terlihat seperti model professional. saat yang menegangkan terjadi ketika aku mendengar keputusan juri dan aku tidak menyangka jika aku lolos casting dan mereka akan mengontrakku sebagai model majalah mereka
rasanya hatiku sangat bahagia Karena cita - citaku sejak dulu akhirnya tercapai meskipun kedua orang tuaku menentang keinginanku menjadi seorang model. tetapi aku tidak akan menyerah sampai aku bisa membuktikan kepada orang tuaku jika aku bisa menjadi seorang model yang sukses dan membahagiakan mereka dengan kenyamanan finansial
***
RENDY POV
Puluhan kali aku mencoba menghubungi Anya tetapi ponselnya tidak aktif. tidak beberapa lama kemudian, anya tiba dirumah dan aku mengajaknya berbincang di luar Karena aku tidak ingin kedua orang tuaku mendengar percakapan kami. Anya terlihat sangat senang Karena ia berhasil terpilih menjadi model majalah dan aku sangat terkejut mendengar kabar ini
" Anya, kenapa Kau baru pulang? ayah dan ibu sangat mencemaskanmu"
" maafkan aku, kak. aku baru saja merayakan keberhasilanku menjadi model majalah. seharusnya ibu dan bapak bangga Karena anaknya berhasil menjadi model"
" astaga anya! jika ibu dan bapak sampai tau, mereka pasti sangat Marah mendengar hal ini"
" sudahlah kak, seharusnya kakak mendukungku Karena aku akan membuat hidup keluarga kita menjadi Kaya Raya dan kita tidak perlu hidup susah lagi. kita bisa membeli rumah di perumahan mewah seperti yang diinginkan orang Tua kita"
" Pokoknya kakak tidak setuju jika Kau menjadi model! sebaiknya Kau hentikan sekarang juga sebelum ibu dan bapak tau tentang hal ini"
" Aku tidak mau! pokoknya aku harus menjadi model! bagaimanapun caranya meskipun ibu dan bapak tidak setuju dengan keinginanku!"
Anya pergi meninggalkanku dan rasanya aku gagal menjadi kakak yang baik untuk Anya. aku berharap semoga Anya berubah pikiran agar ibu dan bapak tidak kecewa terhadapnya
***
KELLY POV
Hari ini aku ada janji untuk menemui model majalah yang baru dipilih oleh chintya, Daniel dan micky. mereka sangat bersemangat untuk mengenalkanku kepada model baru yang mereka pilih Karena mereka merasa model itu sangat cocok menjadi icon perusahaanku
" Kelly, sebentar lagi Kau akan bertemu dengan gadis berbakat yang kita pilih untuk menjadi model majalah kita. aku yakin Kau pasti tidak akan menyesal setelah bertemu dengannya"
" Aku ingin tau tentang informasi gadis itu"
" Namanya Anya Caroline. ia berusia enam belas tahun dan ia masih kelas satu SMA tetapi ia memiliki banyak prestasi di sekolahnya. aku rasa kita sangat tepat memilih gadis cerdas sepertinya untuk bekerja di perusahaan kita"
" aku percayakan semua kepada kalian. laporkan perkembangannya selama tiga bulan. jika ia berhasil mendongkrak penjualan majalah kita selama tiga bulan ini, maka aku berani untuk mengontrak ia selama tiga tahun"
" Baik bos, percayakan semua kepada kami."
tidak beberapa lama, gadis itu datang menemui kami dan saat aku bertemu dengannya, aku sangat terkejut melihat wajahnya yang sangat mirip dengan pria yang pernah aku tolong dijalan
" perkenalkan ini calon model kita. ia sangat cantik kan?"
" iya, sangat cantik dan cocok menjadi model majalah kita. silakan duduk, anya"
Anya duduk berseberangan denganku dan aku bisa melihat ia seorang gadis yang sangat ambisius, persis sepertiku saat aku seusianya. setelah itu kami membahas tentang kontrak kerja sama dan Anya setuju dengan semua persyaratan dari perusahaanku dan ia langsung menandatangani kontrak kerja sama. aku merasa ada sesuatu yang menarik darinya dan aku merasa ia ada hubungan dengan pria yang pernah aku tolong
***
VITO POV
Aku sangat terkejut ketika melihat wajah Anya terpampang di sampul majalah wanita. aku tidak menyangka jika adikku sekarang menjadi model majalah dan semua teman - temanku members ucapan selamat kepadaku. aku tidak bisa membayangkan jika ibu dan ayah sampai tau tentang hal ini, pasti mereka sangat kecewa terhadap Anya apalagi mereka sangat mengharapkan Anya menjadi seorang guru
" Aku tidak menyangka sekarang adikmu menjadi model majalah. pasti sebentar lagi Anya akan diajak bermain film oleh produser film Karena Anya sangat cantik"
" sebaiknya kalian diam saja!"
" Vito! kenapa Kau marah pada kami? seharusnya Kau senang adikmu sekarang sudah menjadi model majalah"
" Jika kalian tetap saja membahas adikku, aku tidak akan berteman lagi dengan kalian!"
Angga Dan Rio terlihat sangat ketakutan saat aku mengancam mereka. selama ini mereka berteman denganku Karena aku sangat pintar di kelas. sedangkan mereka berdua adalah anak orang Kaya yang tidak disukai oleh teman sekelas Karena rata - rata temanku hidupnya sangat sederhana sepertiku
aku tidak pernah meminta mereka untuk berteman denganku Karena aku merasa bukan siapa - siapa apalagi kedua orang tuaku bukan berasal dari keluarga yang terpandang. aku teringat dengan Anya Dan memikirkan masa depannya jika ia masih tetap bertahan menjadi model, aku sangat takut ia terjebak ke dalam pergaulan bebas
aku tidak ingin Anya berubah menjadi anak yang nakal apalagi Anya seorang gadis yang cerdas Dan berprestasi di sekolah. aku tidak ingin sekolahnya terganggu Karena ia lebih memilih berkarir sebagai model daripada melanjutkan sekolahnya. Aku memikirkan perasaan kedua orang tuaku dan kak Rendy
mereka pasti sangat kecewa jika tau Anya sekarang menjadi model majalah Karena Dari dulu orang tuaku selalu menentang keinginan Anya berkarir sebagai model. mereka tidak ingin Anya salah menentukan jalan hidupnya apalagi kehidupan di ibukota sangat keras Dan kami tidak ingin anya terjebak ke dalam pergaulan yang salah
***
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN
NICOLE POV
Aku sangat senang Karena Travis sudah bisa menerima kehadiran anak yang berada di dalam rahimku. aku tidak sabar ingin segera melahirkan dan membesarkan anak ini Bersama Travis. beberapa bulan ini Travis terlihat sangat berubah apalagi semenjak perutku membesar, ia sering mengantarku ke dokter kandungan untuk kontrol
meskipun sampai saat ini belum terucap kata pernikahan dari mulut Travis, aku selalu optimis jika suatu saat nanti Travis akan menikahiku. mungkin setelah anak ini lahir, ia bisa merubah pikiran Travis untuk membangun rumah tangga bersamaku. sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan Travis bersama wanita lain Karena aku sangat mencintainya
Travis adalah pria pertama yang berhasil meruntuhkan keangkuhanku Dan ia membuatku jatuh cinta padanya. aku selalu memimpikan kehidupan yang indah Bersama Travis Dan anak kami. aku ingin hidup bahagia seperti orang lain Karena semenjak kecil aku tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti orang lain pada umumnya
Orang tuaku bercerai saat usiaku dua tahun dan sampai saat ini aku tidak tau keberadaan ayahku. aku berharap suatu saat nanti aku bisa bertemu dengan ayahku dan ia bisa melihat aku bahagia Bersama Travis dan cucunya. pasti sangat bahagia bisa berkumpul dengan ayah yang Dari dulu selalu kurindukan semenjak aku kecil