“Sya, lo beneran marah?” tanya Jesi yang ku jawab gelengan. “Gw ga marah cuman rada kesel aja sih. Tapi gapapa deh kita bikinin minuman aja buat mereka.” Kata ku seraya menuju dapur. Kamipun membuat empat gelas kopi hangat dan 4 jus alpukat. “Sya, lo kan ada biskuit. Gw minta ya.” Kata Aul yang ku jawab anggukan. Kami berjalan ke ruang tamu namun aku tidak menemukan Mas Adri. Ternyata dia sedang berada di teras. “Laki gw telfonan ama siapa?” tanya ku. “Sama komandannya.” Jawab Leo. Aku membagikan kopi dan jus yang sudah dibuat lalu memilih menghampiri Mas Adri. “SIAP KOMANDAN. Saya Letnan Satu Adrian Milliano SIAP MENJALANI PENUGASAN!” Kata Mas Adri tegas. Aku kaget lalu mulai menundukan kepala ku. Tiba-tiba aja aku merasakan mual yang sudah terjadi selama lima hari ini. Aku menu

