Sunyi. Itulah yang terjadi setelah hampir lima menit berlalu. Keramaian dentingan pedang dan suara pukulan silih berganti yang dihasilkan empat remaja itu kini hilang. Menyisakan keheningan di antara ke empatnya. Remaja-remaja itu duduk di dekat tembok kastil yang menjulang. Ada yang berselonjor, ada juga yang duduk jongkok. Semua menatap pada satu titik yang sama. Kyra. Gadis itu masih belum mengatakan apa pun setelah ketahuan berlatih diam-diam di antara yang lain bersama Pullo. Lalu bagaimana dengan Pullo? Pria paruh baya itu bahkan langsung pergi setelah menyuruh mereka beristirahat. Dia juga tahu, kalau salah satu di antara remaja itu sudah mengetahui dirinya yang melatih Kyra secara diam-diam. "Aku tidak menyangka. Tapi kenapa harus dirahasiakan dari kami, Ra?" Lea menatap sahabat

