Ujian Terakhir

1250 Kata

Mereka akhirnya sampai di danau yang dimaksud Pullo tadi. Empat remaja itu hampir kehilangan jejak. Pullo sangat cepat dalam berpindah tempat. Lelaki paruh baya itu kemampuannya memang tidak bisa dianggap remeh. Luar biasa. Sesampainya di sana, Pullo bahkan sudah menunggu mereka dengan posisi berdiri menghadap danau dan kedua tangan yang menyatu di belakang. "Kalian masih saja lama ternyata." "Paman terlalu cepat." Lea menyenggol bahu Kyra, bisa-bisanya gadis itu masih menjawab, padahal Pullo sedang meremehkan kemampuan mereka yang payah. "Apa kamu juga akan bicara begitu dengan musuhmu, Ra? Ataukah musuhmu itu akan bilang kalau dia akan mengurangi laju kecepatannya dalam menyerang atau melarikan diri? Tidak bukan. Jadi lain kali, kemampuanmu harus diasah terus." Kyra nyengir lebar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN