“Bagaimana perasaanmu ?” tanya abi dengan hati - hati saat senna terlihat sudah jauh lebih tenang. “...” senna hanya menjawab dengan anggukan. Setelah itu tak ada pembicaraan lagi yang terjadi antara senna dengan abi, mereka berdua sama - sama diam sambil berjalan santai menuju ke restoran. Abi sengaja menuntun sepeda miliknya untuk menemani senna yang masih terlihat bersedih. Sebenarnya dia ingin menanyakan alasan dibalik tangisan tadi. Ini pasti bukan masalah yang mudah, abi sangat yakin akan hal itu. Tapi tetap saja dia masih tak bisa menanyakannya. “Makasih, ya.” kata senna dengan suara lirih. Tapi abi masih bisa mendengar ucapan terima kasih itu keluar dari mulut senna. “...” hanya ada senyuman di bibir abi. “Kenapa ?” tanya senna dengan wajah bingung. “Nggak…. Nggak papa.” “..

