Irish terdiam di depan mejanya saat ia mencoba untuk menyibukkan pikirannya dengan pekerjaan yang menunggu dirinya esok hari. Kopi yang ada di sampingnya bahkan tidak bisa menenangkannya. Irish lagi-lagi menghela napas lelah. Ia menyugar rambutnya dan memijat pelan pelipisnya. Daren yang berseligkuh dengan Delonix, rapat pemegang saham yang sebentar lagi diadakan, dan Aarav—semua itu mampu membuatnya terganggu. Jika boleh jujur, tentu saja Irish ingin membatalkan pertunangannya dengan Daren. Sekuat dan sedingin apapun dia menghadapi tingkah laku Daren, tetap saja ada titik jenuh yang hampir membuat Irish selalu ingin menyerah. Dan memang Irish sudah sangat muak dan jenuh dengan semua ini—rasanya, Irish ingin terlahir kembali di keluarga baru dan jauh dengan semua kepalsuan ini. Ponsel Ir

