Irish berjalan menuju blok pertokoan sesudah jam pulang kantor. Ia ingat semalam ia berjanji untuk bertemu dengan Aarav lagi. Lagipula, hari ini terlalu hectic baginya, jadi mungkin bertemu dengan Aarav akan membuatnya sedikit lebih baik—seperti biasa, Aarav selalu membuatnya seperti itu. Irish sampai di depan Hemart yang kini banyak dikunjungi pembeli. Bahkan bangku-bangku yang disediakan di sana hampir penuh. Mata Irish melihat-lihat ke dalam untuk menemukan Aarav, dan dia berhasil menemukannya sedang melayani pembeli di belakang meja kasir. Irish tidak bisa menyembunyikan senyumannya ketika Aarav juga melihatnya. Irish bisa melihat Aarav langsung keluar dari meja kasir tanpa peduli pembeli yang mengantre di sana—Aarav langsung menghampirinya, dan itu mampu membuatnya senang. “Hai.”

