Part 21

1149 Kata

Irish kembali ke apartemennya pada tengah malam. Ia tidak menangis, tidak mabuk, dan tidak emosi sama sekali. Hatinya seolah sudah mati. Bahkan ketika pernikahannya sudah ditetapkan dan sepertinya tidak akan bisa ia tunda atau hindari lagi. Irish sudah terbiasa dengan semua ini. Irish menghela napasnya. Apa yang akan terjadi setelah ini? Apa di sisa hidupnya ia akan terus berada di lingkaran kepalsuan seperti ini? Irish menyugar rambutnya. Ia tidak mau bersedih apalagi mellow begini. Oleh karenanya, Irish menyambar kembali kunci mobilnya dan bersiap pergi dari apartemennya. Ia ingin mabuk malam ini—mabuk semabuk-mabuknya hingga ia bisa lari dari kenyataan walau hanya satu malam. Irish berhenti melangkah saat ingat sesuatu. Ia harus menelepon orang yang ia percaya dan memberitahunya di m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN