"Kak." Alissa menepuk pundak Aarav ketika Kakaknya itu sedang melayani pembeli. Aarav masih asyik berbincang dengan pembelinya dan tidak menghiraukan Alissa. Alissa berdecak. Saat pembeli itu pergi, kembali Alissa memanggil kakaknya. "Kak!" Aarav menoleh dengan kesal. "Apa?!" Alih-alih menjawab, Alissa memilih mengambil ponselnya. "Aku ingin memberitahu kamu ini, kamu yakin ingin melihatnya, Kak?" Aarav memutar bola matanya malas. "Cepat beritahu, jangan banyak basa-basi." Alissa mengangkat kedua bahunya. "Lihat." Alissa memperlihatkan pada Aarav apa yang dia maksud. Itu video wawancara Irish dan Daren tadi pagi di depan kantor Irish. "Kamu lihat? Irish sama sekali tidak mengatakan apapun." Aarav memincingkan matanya. "Dia baik-baik saja?" Jantungnya berdebar sangat kencang sekarang.

