Irish tidak bisa tidur malam itu. Setelah bertemu dengan Aarav, pikirannya tidak bisa lepas dari pria yang tidak bisa ia benci itu. Irish sama sekali tidak bisa untuk tidak menyukai Aarav, padahal sudah tiga tahun lamanya Irish mengatakan pada dirinya sendiri untuk membenci Aarav, bahwa pria itu mengingkari janji mereka dan menyerahkan Irish begitu saja pada Daren. "Sialan," umpat Irish. Dia menyugar rambutnya, dan menatap langit-langit kamarnya. Tiba-tiba, pintu kamarnya terbuka dan Irish langsung mengeryit kesal pada siapapun yang mengganggunya malam-malam begini. Irish menoleh hanya untuk melihat Daren jalan sempoyongan ke arahnya. Irish bangkit, menjaga jarak dari Daren yang sepertinya mabuk malam ini karena dia mencium bau alhokol yang sangat amat. "Mau apa kamu?" tanya Irish denga

