bc

My Boss is My Hell in The Heaven

book_age16+
1.1K
IKUTI
4.6K
BACA
love-triangle
mate
submissive
goodgirl
drama
bxg
female lead
office/work place
betrayal
wife
like
intro-logo
Uraian

“Mencintaimu adalah sebuah kebodohan. Tapi jika aku tak mencintaimu adalah sebuah kesalahan”

Laura Martinez akhirnya mencintai seseorang setelah 18 tahun lamanya setelah sama sekali tidak merasakan jatuh cinta. Gadis yang akrab dipanggil “Nerd” itu diam- diam mencintai salah satu temannya yang sangat populer. Namun Laura masih sadar diri jika ia hanyalah gadis buruk rupa yang tidak pantas bersanding dengan seorang pangeran. Laura yang terlalu bodoh karna mencintai seseorang akhirnya menerima kepahitan hidup. Pria itu justru sangat membencinya. Memperlakukannya layaknya seorang b***k dan menjebaknya, sehingga Laura harus diperkosa oleh seorang pria mabuk.

Setelah 5 tahun Laura bertemu kembali dengan pria itu, pria yang kini menjadi CEO di sebuah perusahaan yang ia lamar. Laura ingin mengundurkan diri, namun siapa sangka justru mengatakan “kau diterima”.

chap-preview
Pratinjau gratis
My Boss - 01
[2016 Story] Sebuah ruang kesehatan sekolah seharusnya digunakan untuk siswa yang sedang sakit ataupun praktik kegiatan ektrakulikuler sekolah. Namun tampaknya hal itu tak berlaku pada dua orang siswa yang berbeda jenis kelamin. Mereka justru lebih menikmati kegiatan yang sangat dilarang di lingkungan sekolah Saling berpangutan lidah satu sama lain, menciptakan gerakan s*****l dari dua anak manusia yang masih memakai pakaian lengkap itu. Namun bedanya rok sang gadis telah tersingkap dan nyaris memperlihatkan seluruh paha miliknya. Bugh Suara benda jatuh membuat kegiatan panas mereka terhenti seketika dan mata keduanya terbelak seketika. Iris di anak laki- laki menelisik mencari sumber suara yang membuat terjedanya kegiatan panas mereka “s**t ! Siapa disana ?” maki seorang anak laki- laki dengan begitu datar dan terdengar dingin karna merasa kesal kegiatannya diganggu oleh suara benda jatuh. Matanya menangkap seorang wanita yang tengah menundukkan kepala dan memegang buku yang pastinya barusaja ia jatuhkan. “Ma.. maafkan aku ! Aku sungguh minta maaf,” ujar gadis itu dengan raut wajha pucat pasi tak berani menatap dua anak yang seusia dengannya itu. Jantungnya sungguh ingin melompat dari tempatnya saat ini. Bahkan keringat dingin sudah membasahi area pelipisnya. “Nerd ?” ujar gadis yang berada diatas pangkuan laki- laki itu. “Ck, kita sudahi saja hari ini. Aku sudah tidak mood untuk meneruskannya,” ujar laki- laki itu yang kemudian menurunkan kaos miliknya yang sedikit tersingkap, tentu saja hal itu adalah ulah dari gadis yang berada dipangkuannya. Menurukan gadis dihadapannya dan mengambil ransel bermerk miliknya. “Tap.. tapi. Kita barusaja mulai-..” ucapan gadis yang ada dihadapannya terhenti ketika anak laki- laki dihadapannya kembali berbicara. “Aku pergi, melihatnya saja membuatku muak.” Anak laki- laki itu kemudian melangkahkan kakinya pergi keluar dari ruang kesehatan dengan raut wajah datar bercampur kesal miliknya. “Theo ! Tunggu ! Theo,” teriak gadis yang berada dipangkuan laki- laki tadi. Merasa laki- laki yang dipanggil Theo itu tak memperdulikan ucapannya, membuat dirinya menjadi geram seketika. “YAK !! Kau gadis sialan ! kau berani sekali menganggu kesenanganku huh!!” makinya dengan mata yang nyalang pada gadis yang masih tampak ketakuan di depan pintu ruang kesehatan. “Ma.. maafkan aku Lucy Baker, aku tidak sengaja,”  ujar gadis berkacamata itu dengan raut wajah takutnya. Gadis yang bernama Lucy itupun tidak memperdulikan ucapannya, dengan langkah cepat ia mendekati si gadis berkacamata dan mencengkram si rambut gadis berkacamata itu dengan keras dan begitu kuat. “Akhh” ringis si gadis berkacamata bahkan ia sampai menjatuhkan bukunya kembali. “Aku tak peduli apapun bentuk permintaan maafmu ! Nerd k*****t!” ujar Lucy dengan mata berapi- api “Jika kau berani merusak kesenanganku lagi, akan aku pastikan kau akan menderita lebih dari ini,” ucap gadis itu kembali dan menghempaskan kepala gadis berkacamata dengan kasar lalu dengan segera meninggalkan gadis itu sendirian didalam ruang kesehatan. ••••• Orang- orang berkata, jika menjadi siswa yang pandai adalah hal menyenangkan. Orang- orang berkata, menjadi siswa yang pandai akan disukai banyak orang dan mendapatkan banyak teman. Orang- orang berkata, jika menjadi siswa yang pandai akan lebih dihargai oleh orang lain. Namun sepertinya hal itu hanya berlaku pada mereka yang memiliki penampilan menarik dan bagi mereka yang memiliki banyak uang. Berbeda halnya dengan yang aku alami. Seorang siswi berkacamata dengan rambut ikal serta selera fashion yang minus. Aku hanya menggunakan hodie biasa tanpa merk ternama dengan celana jeans kebesaran serta tak lepas dari setumpukan buku ditangan serta ransel di punggungku. Aku merupakan gadis yang masuk dalam jajaran siswa terpandai di Macker Collegiate School. Sebuah sekolah ternama dan masuk dalam jajaran sekolah terbaik di New York.  Aku yang merupakan siswa berprestasi di sekolah justru mengalami hal yang sebaliknya diceritakan oleh orang- orang diluaran sana. “Hallo Nerd, apa kau sudah menyelesaikan tugas matematikaku kemarin hm ?” “Hallo Nerd, bagaimana dengan tugas kelompok biologi ? Apa kau sudah menyelesaikan semuanya ?” “Hallo Nerd, apa kau sudah selesai dengan tugas Fisikaku ?” “Hallo Nerd..” “Hallo Nerd..” Dan “Hallo Nerd..” itulah sebutan serta panggilan yang sangat akrab sekali ditelingaku, nyaris menjadi nama asliku. Semua anak di sekolah selalu memanggil diriku dengan sebutan “Nerd” padahal aku sendiri mempunyai nama yang sangatlah cantik. Laura Martinez, itulah nama asliku, tidak buruk bukan ? Laura yang memiliki arti kemenangan dan kehormatan, nyataya tak berlaku pada diriku. Kehormatan ? ck, kehormatan macam apa yang aku dapatkan semenjak menginjakkan kaki di sekolah ini. Justru aku mendapatkan sebutan baru yang sangat menggelikan. Dan yang lebih menggelikan adalah alasan kenapa mereka memanggilku dengan sebutan itu. Itu semua karna penampilanku yang tergolong dalam fashion yang buruk, serta ekonomi keluargaku yang tak sebanding dengan seperempat kekayaan keluarga mereka semua. Aku bukan gadis yang berasal dari keluarga kaya raya dan berpura- pura berpenampilan culun seperti ini. Tapi memang inilah aku, dan seperti inilah diriku. Aku dapat masuk ke sekolah ini karna mendapatkan beasiswa berkat prestasiku. Ayahku hanyalah seorang polisi sektor daerah dan ibuku hanya seolah guru di sekolah biasa, hingga mereka dengan mudah menginjak- injak diriku sesuka hati mereka. Dunia berpihak pada mereka yang good looking dan memiliki uang, itu adalah hal yang mutlak. Aku tak memiliki teman satu pun di sekolah sebesar ini, bagaimana bisa aku memiliki teman jika mereka selalu menjaga jarak dariku minimal 2 meter dariku. Miris bukan? mereka menganggapku bagaikan virus menular yang bisa saja menjadi mematikan. Sedih memang, diperlakukan seperti itu selama bertahun- tahun. Dan ini adalah tahun terakhirku bersekolah di neraka ini, aku hanya perlu bertahan sedikit lagi untuk keluar dari mimpi buruk yang nyata ini. ••••• “Yak Nerd ! Dimana tugasku kemarin! Kau sudah menyelesaikannya ?” ujar seorang gadis yang tak lain adalah Lucy Baker, teman sekelas Laura. Laura yang sedang istirahat di kantin sekolah untuk makan siang harus terhenti ketika Lucy datang bersama teman- temannya dan kini sedang berdiri dihadapan Laura dengan tangan yang dilipat didepan d**a. Laura terkejut dengan kedatangan Lucy dengan cepat ia pun berdiri dari duduknya. “Maaf.. maafkan aku Lucy! Sebentar lagi akan kuberikan padamu. Aku masih makan siang,” ujar Laura dengan pelan. Mencoba meminta pengertian dari teman sekelasnya itu. Namun hal itu sama sekali tidak menarik simpati apapun dari seorang Lucy Baker, gadis itu justru menjadi marah hanya karna ucapan Laura. “Cih, kau berani membantahku ?” ujar Lucy dengan begitu sinis pada Laura. Laura terdiam, ia memilih bungkam daripada menjawab karna itu sama saja akan membunuhnya lagi kali ini. “YAK!! Kau pikir kau siapa berani membantaku! Gadis Nerd sialan !!” teriak Lucy Baker dengan begitu menggema di seluruh penjuru kantin sekolah. Bahkan kini semua orang siswa yang ada di kantin sedang menatap ke arah mereka. BRAK “Akhh” pekik Laura hingga terjatuh ke lantai karena dorongan yang begitu kuat dari Lucy. Semua orang terkejut melihatnya, namun mereka masih setia berdiam ditempat mereka masing- masing tanpa ada niat menolong Laura. Laura masih saja terduduk di lantai, lalu tiba- tiba terdengar suara berat seseorang dari belakangnya dan menyentak kesadarannya. “Bisakah kau minggir ?” ujar seseorang itu begitu dingin. Semua orang disana terkejut dengan adanya Theo yang berdiri tepat dibelakang si gadis Nerd. “T.. Theo” ujar Lucy yang menatap Theo terkejut sekaligus penuh kekaguman. Dan bahkan semua gadis di kantin menatapnya begitu terpana melihat Theo. Siapa yang tidak kagum dan terpesona pada sosok wajah yang sangat sempurna seperti Theo Robinson. Pewaris tunggal keluarga Robinson yang kaya raya. Keluarga yang menjadi donatur terbesar di MDS. Theo memiliki garis wajah begitu tampan layaknya seorang pangeran berkuda putih yang keluar dari dalam dongeng. “Apa kau tak bisa mendengar ? Menyingkirlah!” ujar pria itu dengan suara datar dan dinginnya lagi. Membuat Laura segera bergerak minggir untuk memberi jalan agar pria itu bisa lewat beserta dua orang temannya Bobby dan juga Daren. “Ma.. Maafkan aku” ujar Laura saat Theo melewatinya. Namun tiba- tiba saja anak laki- laki itu menghentikan langkahnya dan berbalik menatap ke arah Laura “Ah, apa kau perlu bantuanku untuk berdiri ?” ujar Theo dengan senyum tipisnya. Tentu saja hal itu membuat Laura terkejut mendengarnya dan segera mendongakkan kepalanya. Menatap ke arah Theo yang kini sedang menatap kearah dirinya. Degup jantung Laura mendadak meningkat 2 kali lebih cepat dari degupan normalnya. Tak hanya Laura yang terkejut, namun siswa lain terlebih lagi Lucy Baker juga terkejut dengan ucapan seorang Theo Robinson. “Ulurkan tanganmu, biarkan aku membantumu berdiri,” ujar Theo lagi- lagi. Dan mau tidak mau Laura mengulurkan tangannya, meskipun ia merasa ragu. Theo menyambut uluran tangan Laura, jarak kedua telapak tangan mereka semakin dekat. Namun apa yang terjadi, telapak tangan Theo justru melewati telapak tangan Laura dan justru mengambil gelas yang berada diatas meja dekat Laura. Byurrrrr. Theo menumpahkan gelas yang berisi air itu tepat diatas kepala Laura. Dan tentusaja membuat semua siswa yang ada di kantin menga- nga lebar dan kemudian tertawa terbahak- bahak melihatnya. “HAHAHAHAHA” gelak tawa seluruh siswa pun terdengar riuh mengisi seluruh isi kantin sekolah. “Ck, kuharap air itu bisa membuatmu terbangun dari mimpi!” ujar Theo dengan sinis yang kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kantin sekolah.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
25.1K
bc

Kali kedua

read
223.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.8K
bc

TERNODA

read
204.6K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
196.6K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.5K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
24.0K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook