20

269 Kata

Seberkas cahaya nampaknya tak memberi kesempatan bagi seorang gadis berambut ikal untuk menikmati sedikit tidur panjangnya.  Tunggu! Tidur panjang?  Mata Laura yang semula enggan terbuka, kini mulai melebarkan kelopaknya. Gadis itu membuka matanya perlahan dan terlihat buram? Oh, ia lupa memakai kacamata kudanya ternyata.  Tangan gadis itu meraba ke sampingnya berharap ia menemukan alat bantu penglihatannya itu. Dan benar saja, ia menemukannya tepat di sebelah bantal yang ia gunakan.  Dengan posisi yang tengkurap dan kepala miring ia mampu melihat sebuah jendela kaca dengan tirai menjuntai di depan sana.  'Apakah ini surga?' pikir Laura bertanya-tanya dalam hatinya. Gadis itu berpikir keras bahkan keningnya sampai mengkerut. Jika ia ada di surga, bukankah seharusnya ia berada di guru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN