"Wah bagaimana bisa kau merekomendasikanku di perusahaan besar ini, Jae?" ucap Laura yang begitu takjub melihat gedung pencakar langit yang ada di depannya saat ini. Jae terkekeh melihat wajah binar dari istrinya itu. "Aku juga tidak tahu jika yang di rekomendasikan temanku adalah perusahaan yang lebih besar dari punyaku sendiri, baby.” Ucap Jae sembari mengusap halus puncak kepala istrinya itu. Benar, Jae tidah tahu jika perusahaan yang di rekomendasikan temannya adalah RB Group, perusahaan besar yang bergerak di bidang property furniture yang maju pesat dalam 3 tahun terakhir. Bahkan perusahan ini hanyalah cabang dari perusahaan utama yang ada di Jerman sana. Mata Laura tak henti-hentinya menatap bagunan besar itu, impiannya adalah bisa bergabung di perusahaan ini. Setiap kali dirinya

