Terkejut bukan main, kalau bisa mati berdiri, mungkin Feby akan seperti itu, tapi untungnya saja Feby sedang duduk. Benar-benar sekarang takdirnya dipermainkan oleh Tuhan. Balik lagi, biarkan ceritanya dari pertama agar mengerti. Seperti biasa Feby mengawali harinya dengan senyuman di kantor sebelum meeting dengan klien, karena biasanya meeting itu jam makan siang, klien banyak kosong di jam itu walaupun itu sebenarnya jam istirahat dari kantor tapi Feby akan pergi, hitung-hitung sekali dayung teraih dua pulau. Sambil makan sambil bahas project. Tadi pagi Lala sudah meminta agar saling menemani untuk pergi ke lunch. Lala menemani Feby ke meetingnya, Feby pun juga demikian. Namun feby berpikir. Lebih baik ia pergi sendiri saja. Takutnya nanti saling mencampuri urusan. Lupa nanti apa ya

