"Semua orang benci gue Land," ucapnya datar, pun tak menunjukan ekspresi apapun. Tak banyak kata terucap darinya selain, "Itu konsekuensinya, lo harus terima." lalu kembali berbaring dengan kedua tangan sebagai bantalan kepalanya. "Setiap pagi, gue selalu dapet pesan itu lagi." Menghela lelah saat tadi pagi ia kembali menerima pesan makian—padahal bukan hanya dirinya saja yang terlibat dengan kejadian itu, ia menarik satu tangan Aland untuk di jadikan bantal. Aland menoleh dan tersenyum, berfikir mengapa mereka harus bersaudara? "Itu hukuman lo, maybe?" "Tapi kenapa semua di limpahkan ke gue? Bela juga salah, bahkan dia yang ajak gue kerjasama buat usik Aily." Benar. Saat itu, ia pikir hanya untuk mendapatkan 'rumah baru' dirinya saja sudah cukup untuk menyingkirkan Aily. Toh,

