Ia tersenyum kala Aily membuka kakinya dan duduk diantara dua kaki Gavin. Aily bersandar nyaman pada d**a bidangnya, pemuda yang tak lagi bujang itu memeluk Aily dan membenamkan wajahnya pada ceruk leher gadisnya, ralat, istri kecilnya. "Habis mandi?" tanyanya, saat ia menghirup aroma wangi dari tubuh istri kecilnya. Aily mengangguk sekilas, semakin menyamankan posisi duduknya guna mendapat kehangatan lebih. Gavin diam, hanya menatap Aily yang terus fokus pada indahnya bulan. Gavin menghela napas panjang, namun bukan lelah atau semacamnya. Tapi karena ia lega. Lega karena akhirnya mereka kembali bersama dalam ikatan yang lebih kuat. Pernikahan. Gavin masih ingat bagaimana gugupnya ia hingga salah mengucap ijab qabul kala itu. Juga kebahagiaan semua orang atas pernikahan mereka. Bah

