Gavin memejamkan matanya, berusaha keras untuk tetap fokus pada apa yang kini tengah dikerjakannya. Sesekali ia tersenyum saat sayup-sayup suara bisikan menggemaskan terdengar. "Beneran buat Bubu?" "Iya." Gavin mengulum senyum. "Jangan bilang-bilang tapi," "Ngak akan!" Harusnya Aily memang tak perlu percaya pada putrinya, sebab perkataan anak kecil memang kerap kali berbanding terbalik dengan yang dikatakan. "Lea kok gitu sih?!" Aily berbisik. Setelah mengambil kembali dot sussu dari tangan Aily, Lea berjalan keluar kamar dengan membawa selimut. "Lea nanti Papa marah!" Namun Lea tetap pada langkahnya. "Papaaaaaaaaa.... " Kan, batin Gavin berseru. Gerakan jari pada tuts keyboard itu terhenti, Gavin menyibak rambut kasar. Beranjak dari kursi kerja guna menghampiri putri ke

