"Berenti gue bilang!" "Jangan sakitin diri lo sendiri!" "Keisya!" Keisya menepis tangan Aland yang berusaha menghentikannya. Ia kalap, Keisya perlu sesuatu untuk menuntaskan amarahnya. Semua barang sudah ia banting. Maka, hal terakhir untuk melampiaskan emosinya adalah dengan cara menyakiti dirinya sendiri. Bahkan saat ini Keisya berusaha mati-matian agar tidak menyakiti pemuda dihadapannya. "Keisya, gue bilangin Papa!" Barulah ia lepaskan beling itu dari tangannya, rasanya menyenangkan saat tajamnya kaca merobek kulitnya. "Jangan kayak gini, lo kenapa?" tanyanya khawatir, ia lalu membawa Keisya untuk duduk di ranjang gadis itu, sementara dirinya mengambil kotak P3K untuk mengobati luka sang kakak. "Lo kenapa?" Keisya diam, matanya memanas dan air matanya tumpah seketika. Kei

