"Bunaaaaaaaaaaaaaaa," teriak Aily membahana bagai syahrini. Pun orang yang dipanggil Buna itu langsung merentangkan kedua tangannya dan membawa Aily dalam pelukan. Sudah lama sekali rasanya ia tak memeluk si b**o ini, eh maaf si polos maksudnya. "Aily kangen sama Buna." Aily dengan mata yang berkaca-kaca. "Buna juga, Aily kenapa jarang main sih, ini juga jidatnya kenapa?" tanyanya sembari menyentuh dahi Aily. "Gak apapa kok, Aily mau, tapi Gavin gak izinin." Aily lalu memasang wajah cemberut, buat Bunda mencubitnya seketika. "Jangan dengerin tu anak, ayo masuk dulu lah, Ma ayo masuk." Mereka bertiga lalu masuk ke dalam rumah mewah itu. "Mas Arga, apa kabar Mas?" tanya Emma pada Ayah Gavin, Arga Adhitama. "Baik," jawabnya singkat. "Aily, salim sama Om nak." Aily lalu menurut

