“Iya gapapa namanya orang sakit hati mah wajar nak! Tapi coba lebih bijak lagi dalam menghadapi permasalahan nak!” tutur mamah Aurel.
“Iya mah iya! Aurel salah! Aurel kemakan emosi mah! Ya nanti kalo ada apa‐apa Aurel lebih bijak lagi nanggepin suatu masalah!” jawab Aurel singkat.
Ketika sedang asik berbicara Aurel pun lelah dan menyudahi pembicaraannya dengan mamahnya dan pergi beristirahat ke kamarnya dan menyiapkan beberapa materi untuk skirpsinya yang akan segera berlangsung.
“Mah Aurel cape! Aurel ke kamar ya! Gapapakan mah! Aurel mau ngerjain buat skripsi juga mah!” ujar Aurel.
“Oh iya kamu belum istrirahat ya! Yaudah gapapa sok nak! Kasian kamu harus ke kampus juga kan besok!” ucap mamah Aurel lembut.
Aurel pun bergegas ke kamarnya berbeda dengan Garvi, Kanaya dan Manendra yang sedang menghadiri party salah satu karyawanya Garvi pun tidak banyak berbicara disana hanya melamun hanya duduk melamun sambil menikmati alunan musik.
Lalu secara tidak sengaja Manendra melihat Ganendra dan Carissa yang juga mengahadiri party itu, melihat Ganendra bersama sang istri pun membuat Manendra mengajak Kanaya untik menghampiri Carissa dan Ganendra kemudian berbincang-bincang santay.
“Hey Ganendra, Carissa,” sapa Manendra.
“Eh hay kalian,” jawab Ganendra.
“Carissa gimana kabar kamu? Lama tak jumpa kita!” ujar Kanaya.
“Iya nih jeng, kamu kan sibuk aja! Nemenin suami tercintamu itu!” goda Carissa.
“Hehe bisa aja Carissa!” tutur Kanaya.
“Mana putri cantik kalian!” tanya Manendra.
“Oh iya dia ga ikut! Udah besar jadi gamau dia ikut-ikut kita lagi!” jawab Carissa.
“Oh iya ga nyangka ya bakal ketemu disini! Kamu kenal juga sama Arjun ganendra!” ujar Manendra.
“Eh iya ya kebetulan banget ya! Iya nih kenal cuman ya emang ga kenal deket sih! Oh iya aku lupa kalo dia kerja di perusahaan kamu! Bodoh sekali aku!” tutur Ganendra.
“Aish sudah biasa kamu mah! Ga heran kok!” canda Kanaya.
“Kalian kesini berdua aja kah!” ucap Carissa.
“Kita bertiga sama Garvi!” jelas Manendra.
“Oh Dimana emang kok ga keliatan anaknya! Eh BTW aku udah lho ketemu sama anakmu Manendra, ya ampun dia tuh ya sopan banget mana baik banget lagi! Ga salah sih ini nurun ke anaknya pasti sikap bapaknya! Mangkaya Kanaya kan klepek-klepek tuh!” puji Ganendra.
“Itu di sana dia!” ujar Kanaya sambil menunjuk ke arah Garvi.
Garvi yang di bicarakanpun tidak sadar karena terbuai oleh lantunan musik dan segelas minuman di mejanya bahkan ketika ada gadis cantik menghampirinya pun dia tidak begitu memperdulikannya dan hanya menjawab seadanya saja pertanyaan gadis cantik yang berusaha menarik perhatian Garvi.
“Mas kok sendrian aja sih! Boleh saya temenin di sini!” ujar gadis cantik.
“Hmm jangan deh! Saya lagi menunggu tunangan saya!” Ucap Garvi dingin dengan pandangan ke depan.
“Oh udah punya tunangan ya mas! Hmm sayang sekali ya! Yasudah kalo begitu” tutir gadis cantik.
Gadis cantik itu pun berlalu pergi melewati Garvi seakan sengaja berjalan gontay seakan ingin jatuh agar di tolong oleh Garvi, namun Garvi yang melihat hal ini pun langsung bergegas pergi lebih dulu mencari keberadaan papih dan mamihnya.
Garvi mencari di setiap sudut sebelum akhirnya menemukan papih mamihnya yang sedang kebinggunan melihat temanya yang tiba-tiba merintih kesakitan melihat hal ini pun membuat Garvi bertanya-tanya tentang apa yang terjadi, namun sebelum Garvi sempat bertanya Manendra lebih dulu menyuruh Garvi untuk mengantarkan ke rumah sakit mengunakan mobil milik Ganendra dan Manendra mengikuti dari belakang.
“Nak kamu tolong anterin tante sama om ya ke rumah sakit! Pake mobil om aja! Nanti papih yqng bawa mobil kita! Mana kuncinya!” ujar Manendra.
“kerumah sakit mana pih! Yaudah oke pih nih!” memberikan kunci mobil.
Tanpa berlama-lama lagi mereka bergegas ke rumah sakit terdekat, sesampainya di rumah sakit Garvi langsung membawa Ganendra ke ruang UGD untuk di periksa di ikuti dengan Carissa dan tidak lama Manendra dan Kanaya sampai juga di rumah sakit, dengan langkahnya yang tergesah-gesah Manendra dan Kanaya menghampiri Garvi dan Carissa yang sedang menunggu dokter memeriksa Ganendra.
“Gimana keadaan Ganendra?” tanya Manendra.
“Lagi di periksa sama dokter pih!” ujar Garvi.
“Iya ini kita juga lagi nunggu kabar dari dokter ini! Ujar Carissa.
“Oh ya semoga aja ga kenapa-kenapa ya!” ucap Kanaya.
Carissa yang duduk termenungpun teringat akan gadis cantiknya yang berada di rumah sendirian, lalu Carissa berfikir untuk menelfon gadis cantiknya untuk tidak menunggu Carissa dan daddynya karena Carissa tidak akan pulang malam ini.
Aurora yang sedang memonton drama korea di laptop miliknya dengan sangat asik sampai terbawa suasana film, tersadar karena dering ponsel miliknya menandakan ada yang menelfon tanpa berlama-lama lagi Aurora langsung menerima telfon tersebut.
“Iya mom! Momy ada dimana? Kok lama banget belum pulang!” ujar Aurora.
“Iya nak mommy sama daddy gabisa pulang malem ini! Kamu kunci rumah nak cek cek in dulu sebelum tidur ya nak! Jangan lupa!” perintah Carissa.
“Lho kok ga pulang mom! Emang mommy lagi dimana!” tanya Aurora.
“Mommy lagi ada perlu dulu nak!” jawab Carissa singkat.
“Hmm yaudah mom hati-hati!” ujar Aurora.
“Iya kamu cek cek in dulu nak sebelum tidur kunci pintu jangan lupa!” tutur Carissa.
“Iya mom!” ucap Aurora.
“Yaudah yah mommy mau lanjut dulu gaenak di tungguin!” jelas Carissa.
Telfon di akhirin namun ada perasaan menganjal di hati Aurora seakan-akan ada sesuatu yang di sembunyikan oleh mommynya seketika Aurora teringat daddynya yang memang mengidam penyakit keras, tidak ada yang bisa di lakukan oleh Aurora kecuali termenung.
Melihat hal ini Aurora menyadari waktu untuk membahagiakan daddynya tidak akan lama lagi, dari kejadian ini Aurora berjanji pada dirinya sendiri untuk cepat lulus dari kuliah dan tidak menolak apapun keinginan daddynya.
"Dad maaf in Aurora ya! Aurora janji Aurora akan turutin apapun keinginan daddy!” ujar Aurora dalam hati.
“Maaf in Aurora yang belum bisa membuat daddy bangga! Aurora selalu ngerepotin daddy aja!” ucap Aurora.
“Kalo bisa di gantiin! Gapapa biar Aurora aja yang sakit! Jangan daddy!” ucap Aurora dalam hati lagi.
Aurora yang campur aduk fikirannya pun bergegas keluar dari kamar dan turun untuk mengecek semua pintu sudah terkunci atau belum, setelah selesai mengecek pintu! Aurora memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya untuk menyiapkan untuk hari esok yang lebih baik.
Di rumah sakit akhirnya dokter selesai memeriksa keadaan Ganendra, Carissa, Kanaya, Manendra dan Garvi pun merasa lega setelah mendengar pernyataan dokter, namun tetap saja selalu ada hal yang menghwatirkan.
“Dok bagaimana keadaan suami saya!” tanya Carissa.
“Keadaan pasein sudah membaik sekarang! Namun pasien harus melakukan Kemoterapi rutin setiap minggunya 2 kali untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker,” jelas dokter.
“Oh baiklah kalo seperti itu! Jadi suami saya bisa pulang hari ini dok!” tanya Carissa lagi.
“Kalo sekarang belum bisa! Kemungkinan besok bisa pulangnya bu!” ujar Dokter.
“Oh yasudah kalo seperti itu!” ucap Carissa.
“Iya suami ibu akan tetap di UGD!” jelas dokter.
“Baik dok!” jawab Carissa.
Mendengar keadaan Ganendra sudah membaik Manendra,Kanaya dan Garvi meminta izin untuk pulang kerumah karena sudah larut malam lalu mereka bergegas untuk pulang ke rumah dan menyerahkan kunci mobil milik Ganendra.
“Carissa kami izin pulang dulu ya! Ganendra sudah membaik kan!” ucap Kanaya.
“Iya makasih banyak ya kalian! Jadi ngerepotin deh! Padahal lagi asik di pesta!” jelas Carissa gaenak hati.
“iya gapapa kalem aja Carissa, kalo butuh bantuan apa-apa hubungin kita aja! Usul Manendra.
“Oh iya ini bu kunci mobilnya!” ujar Garvi sambil memberikan kuncinya.
“Iya makasih banyak ya kalian semua! Gatau lagi kalo ga ada kalian gimana!” ucap Carissa.
“Yaudah gapapa lah santuy, pasti di bantulah kalo kesusahan mah! Yaudah kita pulang dulu ya!” ujar Kanaya.
“Iya kamu ati-ati ya! Dahhhh,” ujar Carissa sambil melambaikan tangan.
Kanaya, Manendra, dan Garvi pun berlalu pergi untuk bergegas pulang kerumah, dan selama perjalanan Garvi fokus menyetir mobil dan tidak memerlukan waktu lama karena mereka kini sudah sampai di rumah dan masuk ke kamarnya masing-masing untuk mengistirahatkan tubuhnya masing-masing.
Waktu berlalu begitu cepat Devandra yang sudah siap untuk pergi menjemput Aurora dan pergi ke kampus bersama dan Aurora yang sudah siap dengan wajah yang sangat bersemangat sudah menunggu kedatangan Devandra.
Akhirnya Devandra yang di tunggu-tunggupun datang tanpa berlama-lama lagi mereka pergi ke kampus bersama menggunakan motor ninja milik Devandra, selama perjalanan mereka berdiam-diaman, Aurora yang tidak mengajak Devandra mengobrol sengaja agar Devandra fokus menyetir.
Carissa dan Devandra pun sampai di kampus dan mereka langsung bergegas menuju kelasnya masing-masing dan berbincang-bincang sejenak sebelum akhirnya mereka berpisah, Devandra yang iseng pun menjahili.
“Eh lu kok tumben sih kek yang lagi seneng banget!” ledek Devandra.
“Biasanya lesu aja lu!” ledek Devandra lagi.
“Lah emang iya ya! Perasaan mah biasa aja!” ucap Aurora mengelak!”
“Iya liat aja tuh lipstik lu ga rata tuh gimana sih lu!” ujar Devandra.
“Ah masa iya bohong lu ya!” ucap Aurora.
“Jih ga percaya liat aja sana!” ejek Devandra.
“Awas ya lu kalo gua liat lipstik gua bener! Gua tampol lu!” ucap Aurora.
Aurora mencari kaca di ranselnya namun Aurora tidak menyadari jika teryata Devandra diam-diam melarikan diri setelah berkaca Aurora ingin memarahi sahabatnya tersebut namun saat berbalik benar saja Devandra sudah lebih dulu melarikan diri.
“Eh anak kurang ajar! Ngerjain aja bisanya! Awas aja kalo ketemu! Gua jitak kepala lu sampe benjol!” geram Aurora.
Aurora berjalan sendirian menuju kelas ada Aurel yang melihatnya, lalu Aurel mempercepat jalannya untuk menyusul langkah Aurora, kini mereka sudah berjalan bersama Aurel yang langsung menepuk bahu Aurora saat berada di sampingnya agar Aurora menyadari kehadiran Aurel.
“Rora ...,!” panggil Aurel sambil menepuk bahu Aurora.
“Hey rel!” jawab Aurora.
|| Bersambung ...||