bab 08 kesedihan sebelum menikah

687 Kata
Dalam kamar rafa sedang menelpon seseorang yang di duga kekasihnya , kamu tenang saja sayang , walaupun wanita kampung itu menjadi istriku , kamu akan tetap menjadi prioritas dan nomor satu di hatiku ucapnya. ''................" kamu jangan khawatir sayang aku tidak akan tidur apalagi menyentuhnya, aku jijik melihatnya. mawar melamun mengingat kata-kata rafa, dia begitu sedih , seandainya ada tempat untuk mengadu,pasti pernikahan konyol ini tidak akan pernah ada. setelah lelah memikirkan semuanya , tanpa sadar dia tertidur dengan keadaan mata sembab. lain halnya dengan rafa , laki-laki itu pergi ke bar untuk menenangkan dirinya. di sebuah ruang VIP dia meminum minuman alkohol yang ada di depannya sampai tandas, rafa tidak menghiraukan wanita malam yang berusaha menggodanya. rendi sang asisten tidak berani mencegah rafa ,karena dia tahu bosnya itu,kalau sudah marah pasti akan berakibat fatal. iiiihh rendi ngeri membayangkan rafa mengamuk. rendiii keluarkan jalang ini bentaknya sambil menunjuk wanita cantik yang menggodanya. mendengar bentakan rafa, rendi langsung membawa keluar wanita itu , terlihat wanita itu mengepalkan tangan karena kesal. tak berselang lama rendi masuk lagi ke ruangan itu, dasar bos gila gerutunya. bos saya sudah usir wanita itu , sekarang anda mau kemana. antarkan aku ke apartemennya lara , tapi bos nanti nyonya besar bertanya ,saya harus jawab apa ucap Rendi ragu-ragu. iisshh dasar bodoh ! kamu bisa bilang kalau aku nginap di apartemenku sialan umpatnya. ba- baik bos ,mari saya antarkan ke apartemen kekasih anda. sebenarnya rendi tidak setuju bosnya berhubungan dengan sang sekertaris ,karena rendi tahu lara itu wanita matre hanya menginginkan uang rafa saja. rendi menjalankan mobilnya menuju tempat yang di inginkan bosnya itu. di perjalanan rafa meracau tidak jelas ,kadang mengumpat kadang juga menendang jok mobil di sampingnya, membuat rendi kaget sekaligus takut, dia takut bos-nya itu tiba-tiba meloncat dari dalam mobil. mobil yang membawa mereka segera masuk ke area apartemen mewah sesampai di apartemen lara,rendi langsung memencet bel sambil memapah rafa yang sedang mabuk. tak lama kemudian sang empunya rumah langsung membuka pintu, astaga rendi dia kenapa sampai mabuk seperti ini tanya lara , jangan banyak omong lo , cepetan bawa pacar lo ke dalam sinisnya. akhirnya lara memapah rafa masuk ke kamar , sementara rendi langsung pulang ke rumahnya. rafa yang setengah sadar ,melihat kekasihnya yang menggunakan lingerie merah menyala memperlihatkan lekukan tubuh seksinya. lara berjalan menuju kasur tempat rafa berbaring, dia mengelus bagian sensitif rafa , membuat hasrat laki-laki itu bangkit. eeemmmhh aaahh erang rafa karena tangan lara begitu lihai menyusuri bagian bawah tubuh rafa. sa-yang aku butuh kamu sambil menarik lara ke atasnya ,rafa mencium leher kekasihnya dengan rakus , sementara lara berusaha mengimbangi ciuman rafa. setelah lama mereka berciuman rafa merobek lingerie kekasihnya ,dan langsung memasukkan miliknya ke dalam milik lara. aaaahhh rafa ,,,, erang lara,. rafa semakin mempercepat gerakannya hingga keduanya memcapai puncak kenikmatan, rafa ambruk di atas tubuh lara,dan langsung terlelap di samping wanita yang telah memuaskan dirinya. .......... matahari bersinar masuk melewati celah-celah gorden membuat rafa membuka matanya. dia melihat sekeliling dan mendapatkan lara keluar dari kamar mandi, selamat pagi sayang sapa lara, pagi juga sayang ucap rafa dengan suara masih serak khas bangun tidur. sayang ayo bangun ,katanya hari ini ada pekerjaan , mmmmmm,,,,, rafa merentangkan tangan dan menarik lara ke pelukannya, aku masih malas sayang ,soalnya pekerjaan hari ini membosankan , kok membosankan sih sayang ? iya sayang hari ini oma suruh aku pergi fitting baju pengantin bersama wanita kampung itu, lara langsung kesal dengan pernyataan rafa , bagaimanapun dia masih kekasih laki-laki itu, wanita mana yang rela ketika melihat kekasihnya menikah dengan wanita lain walaupun mereka tidak saling mencintai. jangan kesal dong sayang hibur rafa sambil mincium bibir lara. aku takut suatu saat nanti kamu mencintai wanita itu lirihnya. sayang dengarkan aku, sambil menangkup kedua pipi lara, aku berjanji tidak akan mencintai dia hanya kamu yang aku cinta oke.! dalam hati lara sangat senang , walaupun rafa tidak menikahinya tapi uang laki-laki itu selalu masuk ke rekeningnya. drett....drett....drett... suara handphone rafa mengganggu aktivitas kedua manusia yang sedang kasmaran itu. dengan malas rafa melepas pelukannya dan mengangkat handphonenya. hallo... hai guys jangan lupa coment yang banyak ya supaya aku tambah semangat berkarya .......
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN