Bela duduk tenang di kursi depan tolet yang ada di kamarnya. Tangannya dia lipat dan dia taruh di atas pahanya. Matanya menatap kaca tolet yang ada di depannya. Memperhatikan setiap gerakan Luna yang sibuk mempersiapkan semua yang dibutuhkan. Ya, Bela menuruti apa yang dikatakan oleh Luna tanpa membantahnya. Dia sangat mempercayai Luna jika Luna nanti akan mengubahnya menjadi seorang putri cantik yang akan membuat Nuga terpesona. Mendengar pengakuan Luna yang katanya salon langganan mertuanya, membuat Bela yakin jika kemampuan riasan tidak perlu diragukan lagi. Ya, walaupun ini pertama kalinya dia dirias oleh Luna tapi dia percaya jika hasilnya tidak mengecewakan. "Nyonya pejamkan mata. Saya akan menyemprotkan micellar water untuk membersihkan wajah anda." Kata Luna dengan sopan. Tan

