Bela berhenti di sebuah restoran mewah yang sudah dipesan oleh suaminya. Restoran itu nampak sepi. Hanya ada dua pelayan yang berdiri di sudut restoran. Bela sedikit ragu untuk masuk ke sana. Karena restoran itu sepertinya sudah mau tutup. Namun Bela berpikir jika suaminya tidak akan salah mengirim alamat. "Apa benar ini tempatnya?" Tanya Bela pelan pada dirinya sendiri. Bela memandang sekitar. Sepi. Hanya kendaraan lalu lalang di jalan raya. Tidak ada pengunjung, tidak ada pelanggan yang datang. Restoran ini pasti sudah benar-benar tutup. Bela membuka log panggilan. Dia menelvon suaminya untuk menanyakan keberadaan suaminya. Namun telvonnya tidak diangkat. Bela terus mencobanya karena dia berpikir suaminya tidak dengar dia telvon. Jadi jika itu terus diulang, maka telvon akan diangk

