Kesempatan Kedua

1150 Kata

Nuga membuka pintu kamar dengan perlahan. Matanya menyusuri setiap sudut ruangan berharap dia menemukan istrinya. Sejak pertengkaran pagi tadi dia belum melihat istrinya lagi. Hari sudah semakin siang namun perutnya belum terisi makanan. Sejak beberapa jam yang lalu cacing-cacing yang menghuni perutnya sudah minta diisi, namun istrinya belum menghidangkan makanan apapun selain roti bakar pagi tadi. “Bel …” Panggil Nuga pelan. Dia membuka kamar mandi namun kosong. “Kemana dia pergi?” tanya Nuga pada dirinya sendiri. Nuga menelvon seseorang dari handphonenya. Tidak lama setelah itu telinganya mendengar bunyi telvon yang tidak jauh darinya. Seketika dia mendesah pelan mendengar dering telvon itu karena bunyi itu berasal dari handphone milik istrinya. Hal itu membuat Nuga semakin kesal k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN