Nuga menyunggingkan senyum melihat Bela yang sedang duduk di depan tolet. Hari ini dia sengaja mengajak istrinya untuk memakai baju yang sama. Bukan karena ingin terlihat alay, hanya saja dia mengikuti tren anak muda yang sedang pacaran. Nuga sadar dia dan juga Bela tidak pernah pacaran, mereka baru pacaran setelah menikah. Itu juga mereka belum saling mengenal. Lebih tepatnya Nuga yang tidak berusaha untuk mengenal Bela. “Kenapa kamu senyum-senyum gitu?” tanya Bela pelan. Nuga bangkit dari duduknya. Dia mendekati Bela dan memutar tubuh Bela hingga mereka berdiri di depan kaca. Nuga berdiri di belakang Bela dengan kedua tangannya yang dia taruh di atas pundak Bela. Bibirnya menyunggingkan senyum dengan matanya yang terus menatap Bela dari pantulan kaca. Sedangkan Bela hanya memasang waj

