Sedari tadi Bela tidak berhenti menyunggingkan senyum. Bayangan dua garis merah yang pagi tadi dia lihat masih membayang dan membekas dimatanya. Rasanya dua garis merah itu masih dia lihat hingga saat ini. Tapi walaupun begitu, dia belum berani mengatakan kepada suaminya. Karena dia ingin memastikan dulu dengan periksa ke rumah sakit. Setelah dia benar-benar dinyatakan positif hamil, baru dia akan memberi tahu suaminya. “Kamu kenapa senyum-senyum terus?” tanya Nuga disela-sela dia mengunyah makanannya. Bela menggelengkan kepalanya pelan dengan bibir yang masih tersenyum. Tangannya mengoleskan selai di atas roti tawar. Pagi ini dia hanya ingin makan roti. Karena rasa mual masih begitu terasa, dan ketika dia melihat nasi sudah membuatnya tidak berselera. “Nggak papa... memangnya nggak

