Bijak

1132 Kata

Suara pintu rumah terdengar terketuk oleh seseorang. Bela yang mendengar itu lantas berlari ke depan untuk membuka pintu. Dia tidak tahu siapa tamu yang datang saat menjelang magrib seperti ini. Clekk.. Bela membuka pintu rumah. Dia tersenyum sumringah ketika melihat siapa yang datang. Papa mertuanya sudah berdiri di depan pintu dengan gagah. Walaupun usianya tidak lagi muda namun tubuhnya masih gagah dan wajahnya masih terlihat tampan. Mungkin ketampanan Nuga menurun dari Papanya. "Papa ayo masuk." Kata Bela ramah. "Mama ada di sini kan?" Tanya Hendra pelan. "Iya, Pa." Jawab Bela sambil menganggukkan kepalanya. Hendra masuk ke dalam rumah besannya itu. Ini adalah ketiga kalinya dia bertamu ke rumah besannya. Yang pertama ketika dia melamar Bela untuk Nuga, yang kedua ketika dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN