Nuga duduk di lantai teras rumah mertuanya. Dia menundukkan kepalanya dengan linangan air mata. Kata-kata yang sudah dia rangkai tadi pupus sudah. Penjelasan yang sudah dia susun sejak perjalanan ke rumah orang tuanya sudah tidak berguna. Rencananya Nuga akan menceritakan semua masalah rumah tangganya. Namun ternyata sebelum dia mengatakan hal itu, Mamanya sudah lebih dulu mengetahui tentang masalah rumah tangganya. Dan kini kesalahpahaman kembali terjadi. Mamanya sudah terlanjur marah dan tidak ingin mendengar penjelasannya lagi. Nuga semakin bingung dan tanpa arah. Dua wanita yang sangat dia cintai sama-sama tidak menerimanya. Istrinya yang masih belum bisa dia gapai kini bertambah Mamanya yang semakin menjauh dan menolak Nuga. Nuga merasa kini dia tidak dibutuhkan lagi. Ingin memu

