"Bagaimana keadaanku?" Tanya Bela kepada Dokter Fahri yang duduk di sampingnya. Dokter Fahri tersenyum lebar. Dia mengerti jika saat ini Bela kuatir dengan keadaannya dan membuat Ibunya akan mengetahui semuanya. "Sudah terlihat lebih baik. Hanya perlu ditambah sedikit senyuman saja." Jawab Dokter Fahri pelan. Dia mencoba mengukir senyum dibibir Bela. "Kau pintar membujuk." Kata Bela pelan. "Kalau aku tidak pintar membujuk, pasienku pasti akan kabur sebelum aku suntik, terlebih jika mereka adalah anak-anak." Jawab Dokter Fahri lagi. Bela tertawa mendengar ucapan Dokter Fahri. Sebenarnya itu bukan lelucon yang mengundang banyak tawa namun entah mengapa kata-kata sederhana itu mampu membuat Bela tertawa. "Sudahlah jangan diteruskan. Dok, terima kasih ya untuk hari ini." Kata Bela

