"Bu." Panggil Bela pelan. Saat ini mereka sedang menonton televisi bersama. Dengan ditemani secangkir teh hangat untuk Bu Yani dan segelas s**u hamil untuk Bela ditambah kacang telor yang berada dipangkuan Bela. Rasanya sudah nikmat, sangat sempurna. Acara televisi yang menghibur membuat Bu Yani tidak menghiraukan anaknya yang sedari tadi memanggilnya. "Tuh, Bel harusnya sebelum kamu memutuskan menikah kamu harus selidiki dulu bagaimana calon suami kamu. Jangan karena mumpung ada yang nglamar terus langsung kamu terima tanpa tahu sifat laki-laki yang meminang kamu." Kata Bu Yani mengomel. Matanya masih menatap televisi. Dia mengatakan hal itu kepada putrinya setelah melihat tayangan yang ada di televisi. "Lah kenapa malah nyalahi Bela? Dulu Ibu juga langsung merestui ketika Nuga data

