31. Kedatangan Fauzan

1605 Kata

Gimana kemaren? Ada Arka-nya?" tanya Irene, gadis itu tengah menikmati makanan yang ada di mejanya. Mereka bertiga tengah berada di kantin. Risa menggelengkan kepalanya malas dan lesu. Malas rasanya jika harus mengingat kejadian dan kenyataan kemarin. Susah payah ia melupakannya dengan cara tertidur semalam, tetapi teman-temannya malah bertanya soal itu. Kemarin, selepas pulang dari rumah Arka, gadis itu tidak langsung pulang ke rumah, tetapi pergi ke taman untuk sekedar menenangkan pikirannya saja. Tidak, Risa tidak menangis di taman, gadis itu juga tidak melakukan hal-hal bodoh seperti marah-marah tidak jelas. Meskipun perasaannya tengah kesal, ia lebih memilih menjadi stalker dengan sasaran i********: perempuan yang di sebutkan oleh Diyo kemarin. Awalnya ia hanya penasaran, tetapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN