Lah, si Tengil udah dateng?" Risa menghela napas kasar kala melihat Fano yang sudah duduk manis di tepi lapangan, berikut dengan kedua teman Arka. Padahal, latihan tanpa pelatih itupun ia bisa. "Iya, dari tadi kita nungguin lo, tau, nggak?" sahut Irene. Risa memutar bola matanya malas. "Gue nggak nyuruh kalian nungguin, ya." "Kita cuma menjalankan tugas dari pacar lo yang menghilang itu," timpal Ghea, gadis itu berkata apa adanya karena sebelum Arka pergi, cowok itu meminta tolong kepadanya dan juga temannya yang lain untuk menjaga Risa dan memantau gadis keras kepala itu, termasuk untuk menemaninya latihan setiap hari. Risa memberengut kesal. "Heran gue, Arka, kok, cuma ngomong sama kalian doang?" Ghea mengedikkan bahunya, gadis itu tidak menjawab melainkan langsung menyodorkan jerse

