Menangis. Itulah yang sedari tadi dilakukan oleh Risa. Gadis yang masih mengenakan seragam sekolah namun sudah kusut itu tengah berjalan di atas trotoar dengan tangan yang tak henti-hentinya menghapus air mata. Papanya tetap disekap, mamanya masuk rumah sakit, Arka kecelakaan, Alga dan cewek gila itu sudah mempermainkannya. Mereka gila! Mereka kejam! Mereka menginginkan semua kekayaan papanya dengan cara memperalat dirinya. Mungkin satu-satunya hal yang paling ia syukuri adalah mereka yang tidak sampai membunuhnya, meskipun sebenarnya Risa menginginkan itu. Mereka sudah merencanakan semuanya. Mereka benar-benar ingin melihatnya menderita. Mereka membiarkannya pulang tanpa membawa apa-apa, bahkan ponselnya pun diambil oleh mereka. Benar-benar kejam! Tetapi tidak apa-apa, yang penting R

