Risa melirik jam dinding, sudah jam empat sore, kenapa Arka dan mamanya belum datang juga? Sedikit khawatir, ia takut mereka kenapa-napa mengingat komplotan si peneror yang kejamnya luar biasa. Harus apa ia sekarang? Ia benar-benar sangat bosan. Risa menoleh melihat Ghea yang sedang bermain dengan ponselnya di sofa. Sedari tadi gadis itu yang menjaganya. Dimana Vero? Kenapa cowok itu tidak ada? "Gue bosen." Ghea melirik Risa sekilas. "Lakuin sesuatu supaya gak bosen." "Emang gue belum bisa pulang, ya?" Ghea menggeleng kemudian gadis itu beranjak melangkah menghampiri Risa. "Belum. Lo masih lemah." "Sebenernya gue kenapa, sih?" Ghea berdecak seraya memutar bola matanya malas. "Dehidrasi, Risa. Tau, kan?" Risa menghela napas pelan. Sebenarnya ia tidak betah berada ditempat seperti i

