Pulang sekolah seperti biasa, Risa menunggu Arka yang tengah latihan di tengah lapangan sana. Sebenarnya ia tidak mau menunggu dan ingin pulang sendiri saja, tetapi Arka bersikeras menahannya. Setelah menghampiri Alga, Arka bersikap seperti biasa lagi kepadanya. Entah apa yang mereka lakukan, Risa tidak tahu karena cewek itu sengaja tidak menyusul Arka tadi. Tidak apa-apa, ia tahu kalau Alga tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini. Risa yakin itu. Semalam, ketika ia menemui peneror itu, tidak ada siapa-siapa di sana, ia hanya menemukan papanya dalam keadaan terikat dan selembar kertas yang isinya hanya berupa catatan perintah saja. Ketika Risa berniat melepaskan papanya, peneror licik itu muncul, sendirian dan diikuti dengan gelak tawa yang meremehkan. Risa terkejut, tentu saja. P

